Sabtu, 04 Jul 2026
- Home
- Internasional
- Perundingan Kenaikan Upah Buntu, Buruh di Jerman Mogok Kerja
Internasional,
Perundingan Kenaikan Upah Buntu, Buruh di Jerman Mogok Kerja
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 04 Jul 2026 08:49
Ribuan pekerja sektor ritel dan perdagangan di seluruh Jerman dijadwalkan melakukan aksi mogok kerja pada Jumat waktu setempat setelah perundingan kenaikan upah dengan pihak pengusaha masih menemui jalan buntu. Demikian kata Serikat Pekerja Jasa Bersatu (Ver.di).
Serikat tersebut menyerukan kepada para pekerja di sektor ritel, perdagangan grosir, dan perdagangan luar negeri untuk kembali menggelar aksi mogok nasional guna meningkatkan tekanan kepada kalangan pengusaha dalam proses perundingan perjanjian kerja bersama yang masih berlangsung.
Aksi unjuk rasa terpusat dijadwalkan berlangsung di sejumlah pusat perdagangan utama, termasuk Berlin, Dortmund, Wiesbaden, Hannover, Oldenburg, Braunschweig, dan Hamburg.
Anggota Dewan Eksekutif Federal Ver.di yang membidangi sektor perdagangan, Silke Zimmer, menuding pihak pengusaha sengaja memperlambat jalannya negosiasi.
"Pengusaha kembali berupaya mengulur waktu dalam putaran perundingan kali ini. Karena itu, kami akan kembali meningkatkan tekanan," kata Zimmer dilansir dari Anadolu.
Usulan Pengusaha
Ia mengatakan pihak pengusaha hanya menyampaikan usulan yang sedikit lebih baik setelah lebih dari 25 putaran perundingan di seluruh 16 wilayah perundingan sektor ritel. Menurutnya, tawaran tersebut masih mengakibatkan penurunan upah riil dan tetap memuat 'bulan nol', yakni masa tunggu sebelum kenaikan gaji pertama mulai berlaku.
Ver.di menyebutkan bahwa pengusaha sektor ritel menawarkan kenaikan upah sebesar 2,4 persen yang mulai berlaku pada 1 November 2026, disusul kenaikan tambahan sebesar 2 persen mulai 1 Agustus 2027 dalam perjanjian kerja berdurasi dua tahun.
Namun, serikat pekerja menolak tawaran tersebut karena dinilai belum memadai.
Sektor Perdagangan Grosir
Di sektor perdagangan grosir dan perdagangan luar negeri, Zimmer mengatakan kalangan pengusaha juga belum mengajukan tawaran yang lebih baik meskipun telah berlangsung 35 putaran perundingan di 20 wilayah sejak 18 Mei.
"Situasi yang buntu ini memaksa rekan-rekan pekerja yang bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan belanja mereka sendiri turun ke jalan," ujarnya.
Ver.di menuntut kenaikan upah sebesar 7 persen bagi para pekerja, dengan kenaikan minimum sebesar 225 euro atau sekitar 258 dolar AS per bulan (sekitar Rp4,6 juta) dalam perjanjian kerja berdurasi 12 bulan.
Serikat pekerja itu menyebutkan sektor perdagangan mempekerjakan lebih dari 5,2 juta orang di Jerman, sehingga menjadi sektor swasta terbesar di negara tersebut.
Putaran berikutnya untuk perundingan sektor ritel dijadwalkan berlangsung pada Senin di negara bagian Hesse serta wilayah perundingan Lower Saxony-Bremen. Sementara itu, negosiasi untuk sektor perdagangan grosir akan dilanjutkan pada Jumat pekan depan di Baden-Württemberg.(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/uang/perundingan-kenaikan-upah-buntu-buruh-di-jerman-mogok-kerja-587592-mvk.html?page=3
komentar Pembaca