Rabu, 22 Jul 2026
- Home
- Internasional
- Ratusan Kilo Uranium Iran Disembunyikan di Balik Jebakan Ranjau Peledak
Internasional,
Ratusan Kilo Uranium Iran Disembunyikan di Balik Jebakan Ranjau Peledak
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 22 Jul 2026 09:16
JAKARTA - Pertahanan program pengayaan uranium oleh otoritas Iran menghadirkan tantangan taktis yang rumit bagi pihak militer Barat. Pusat nuklir bawah tanah yang dilindungi dengan ranjau peledak di wilayah Natanz kini dipastikan menjadi sasaran utama ancaman operasi militer terbaru.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan pernyataan tajam merespons pergerakan alat sentrifus ke Gunung Pickaxe. "Kami akan menyerang area itu dengan sangat keras, mungkin dalam waktu dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," ungkap Trump merujuk pada siaran Al Jazeera dan CNN International, Selasa (21/7/2026).
Sikap agresif ini menegaskan keyakinan Washington atas kekuatan destruktif yang tengah mereka siapkan. "Biasanya saya tidak akan mengatakan hal itu. Jika saya berpikir mereka bisa melakukan sesuatu untuk mencegahnya, saya tidak akan pernah mengatakannya; namun kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan... dengan sangat keras," sambungnya.
Israel selaku sekutu terdekat AS memiliki keyakinan bahwa pemindahan sentrifus canggih dan material uranium ke area selatan Teheran ini merupakan dampak langsung dari perang 12 hari bulan Juni 2025 lalu. Lokasi Gunung Pickaxe itu telah dipantau secara mendalam oleh jajaran intelijen Israel selama berbulan-bulan karena fungsinya sebagai fasilitas kunci.
Fasilitas yang tertutup rapat jauh di kedalaman bumi ini membatasi opsi serangan udara, sementara operasi tempur darat amat berisiko. Berdasarkan publikasi CNN, pihak militer Iran menghancurkan akses terowongan secara sengaja dan menyebar jebakan ranjau peledak untuk mengamankan stok 440 kilogram uranium tingkat senjata tinggi dari jangkauan pihak asing. Membersihkan cadangan ini mutlak menjadi tujuan utama serangan Israel bersama AS.
Perkembangan perlindungan infrastruktur nuklir di Natanz memang telah lama diantisipasi. "Aktivitas dan pembangunan di lokasi itu meningkat setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran bulan Juni 2025," urai sumber dari badan intelijen Israel.
Operasi militer Washington sebelumnya hanya terfokus menghancurkan fasilitas Fordow, Natanz, dan Isfahan tanpa melibatkan area Pickaxe Mountain. Indikasi kebangkitan fasilitas ini telah digaungkan para pakar pertahanan.
"Ada berbagai sinyal, pernyataan, dan pesan yang terus muncul, yang mengindikasikan bahwa Iran sedang mempersenjatai diri kembali, meningkatkan kemampuan, serta bersiap untuk melakukan serangan," jelas seorang pejabat senior Israel kepada CNN Desember lalu.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/ratusan-kilo-uranium-iran-disembunyikan-di-balik-jebakan-ranjau-peledak.html
komentar Pembaca