- Home
- Internasional
- Remaja Perempuan di Mesir Tewas saat Disunat
Internasional
Remaja Perempuan di Mesir Tewas saat Disunat
Rabu, 01 Jun 2016 12:29
KAIRO – Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun tewas saat menjalani sunat di Mesir. Akibatnya, rumah sakit tempat sunat tersebut berlangsung ditutup dan dokter yang terlibat dalam praktik tersebut diseret ke pengadilan.
Praktik yang telah berlangsung ratusan tahun itu diyakini dapat mengontrol seksualitas perempuan. Namun, sejak 2008 praktik tersebut dianggap sebagai tindakan kriminal di Mesir. Meski begitu, praktik tersebut masih menyebar luas di Mesir dengan 90 persen perempuan telah menjalani sunat.
Pejabat senior Kementerian Kesehatan Mesir, Lotfi Abdel-Sameeia, mengatakan korban bernama Manar Moussa dan saudari kembarnya disunat pada Sabtu 28 Mei 2016 di Suez. Seperti dimuat CBS News, Rabu (1/6/2016), Manar tewas karena stroke saat berada di bawah pengaruh obat bius. Beruntung, saudari kembarnya selamat.
Inspektur kesehatan di Suez yang bertugas mengeluarkan izin penguburan melaporkan kecurigaan kepada otoritas setempat setelah memeriksa jenazah Manar. Otoritas setempat langsung menutup rumah sakit tersebut dan kedua dokter serta kepala rumah sakit diseret ke pengadilan.
Abdel-Sameeia mengatakan mereka akan menghadapi dakwaan melakukan prosedur terlarang yang menyebabkan kematian. Padahal, rumah sakit yang tidak dipublikasikan namanya itu sudah diperingatkan sebelumnya karena memiliki catatan buruk, termasuk kurangnya ruang ICU.
Kepala program Kementerian Kesehatan untuk memerangi sunat perempuan, Vivian Fouad, menyebut insiden tersebut merupakan sebuah kejahatan yang dilakukan oleh penjahat yang dikenal sebagai dokter. Dia mengatakan, operasi tersebut biasanya dilakukan pada gadis-gadis muda.
Kasus pertama di mana dokter didakwa dan dihukum karena melaksanakan sunat perempuan adalah pada 2015, setelah kematian seorang gadis dua tahun sebelumnya. Dokter yang terlibat dihukum dua tahun penjara. Fouad mengatakan hukuman tersebut seharusnya diperlakukan sebagai pencegahan atas praktik serupa.
Kelompok-kelompok HAM telah mengkritik hukum tersebut karena menganggap hukuman untuk praktik kejahatan tersebut terlalu ringan. Egyptian Initiative for Personal Rights bersama dengan Fouad menyerukan sunat perempuan dianggap sebagai kejahatan besar. Pada 2012, Majelis Umum PBB dengan suara bulat menyetujui sebuah resolusi yang menyerukan larangan global terhadap sunat perempuan. (okezone.com)
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener