- Home
- Internasional
- Terpisah dari Lokomotif, 22 Kereta di India Berjalan Mundur 12 Km
Internasional
Terpisah dari Lokomotif, 22 Kereta di India Berjalan Mundur 12 Km
Senin, 09 Apr 2018 11:43
NEW DELHI – Kementerian Kereta Api India melaporkan, sebanyak 22 kereta lepas dari rangkaian ketika mengangkut sekira 1.000 orang penumpang pada Minggu 8 April. Puluhan kereta itu diketahui terlepas dari lokomotif dan melaju mundur sejauh 12 kilometer (km) di Negara Bagian Odisha.
Kereta-kereta itu berhasil dihentikan setelah petugas dari operator kereta api meletakkan bebatuan di rel. Juru bicara Kementerian Kereta Api India untuk Wilayah Timur, JP Mishra memastikan, tidak ada korban luka-luka di antara 1.000 orang penumpang tersebut.
Meski demikian, tujuh orang pegawai operator kereta api dipecat karena dinilai tidak mengikuti prosedur yang benar. Ketujuh orang itu saat ini diskors dan penyelidikan terhadap insiden tersebut sedang dilakukan.
Mishra mengatakan, rangkaian kereta yang mengalami masalah itu tengah melaju dari Gujarat menuju Odisha pada Sabtu 7 April malam waktu setempat. Ia yakin rem otomatis seharusnya langsung bekerja ketika ada kereta yang terpisah dari rangkaiannya atau dari lokomotif baik itu secara senjaga maupun tidak sengaja.
"Sesuatu yang mengerikan bisa terjadi dan beruntung berhasil
dihentikan oleh staf yang waspada. Keamanan para penumpang tidak dapat
dikompromikan. Semua orang di kementerian sangat terkejut," ujar JP
Mishra, mengutip dari The Guardian, Senin (9/4/2018).
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, 22 rangkaian kereta itu sempat melewati peron di sebuah stasiun. Calon penumpang yang melihat insiden tersebut tak henti meneriaki orang-orang di kereta untuk menarik tuas rem darurat.
Kereta api diketahui menjadi transportasi andalan warga India untuk beraktivitas sehari-hari. Sekira 22 juta orang penumpang menggantungkan hidupnya di 9.000 rangkaian kereta api di seluruh India setiap harinya.
Insiden tersebut menambah panjang daftar buruknya standar keselamatan transportasi kereta api di India. Menurut laporan resmi pemerintah pada 2012, sekira 15 ribu orang tewas setiap tahunnya akibat insiden yang berkaitan dengan kereta api.
(okezone.com)
Internasional
Ditangkap KPK, Bupati Langkat Diduga Terima Suap Proyek
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat, Syah Afadin dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).Syah Afadin diamankan bersama enam orang lainn
Kepala Daerah Diminta Jaga Integritas Hadapi Beragam Tantangan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah untuk menjaga integritas dalam menjalankan pemerintahan. Kepemimpinan yang bersih menjadi fondasi utama untuk mew
Ribuan Personel Polda Riau Naik Pangkat, Kapolda Ingatkan Tanggung Jawab Pengabdian
PEKANBARU - Suasana penuh rasa syukur mewarnai Lapangan Upacara Polda Riau, Jumat (3/7/2026). Sebanyak 1.126 personel kepolisian dan 26 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Riau resmi meneri
Said Iqbal Minta Klaim JHT Bebas Pungutan Pajak
Penasihat Khusus Presiden dalam bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengusulkan adanya perluasan insentif pajak untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Saa
Pura-pura Menginap di Rumah Kerabat, Pria di Bungur Ditangkap Usai Diduga Lakukan Pencabulan terhadap IRT
SELATPANJANG â€" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti bergerak cepat mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pe