Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • WNI Disebut Pelaku Bom, Menlu: Otoritas Filipina Masih Identifikasi

Internasional

WNI Disebut Pelaku Bom, Menlu: Otoritas Filipina Masih Identifikasi

Sabtu, 02 Feb 2019 11:25
Detik.com
JAKARTA - Otoritas Filipina menyebutkan pelaku bom bunuh diri di gereja di Pulau Jolo merupakan pasangan suami istri asal Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dirinya terus berkomunikasi dengan otoritas Filipina untuk memastikan identifikasi kebenaran pernyataan tersebut.

"Informasi yang kita peroleh sampai hari ini, identifikasi pelaku tidak dapat dikonfirmasikan. Proses investigasi dan identifikasi masih terus dijalankan. Ini saya masih akan terus lakukan komunikasi dengan otoritas Filipina," kata Retno lewat video yang diterima detikcom, Sabtu (2/1/2019).

Retno mengatakan hal itu dalam acara Diplofest yang sedang digelar di Padang, Sumatera Barat. Retno mengaku terus berkoordinasi dengan otoritas Filipina hingga hari ini.

Retno tidak mau berandai-andai jika pelaku bom bunuh diri itu benar merupakan WNI. Dia mengatakan saat ini yang menjadi prioritas ialah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri.

"Kita masih hipotesis, apakah betul dia adalah WNI. Itu yang perlu kita ketahui lebih dahulu," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ao sebelumnya mengatakan dua pelaku serangan bom bunuh diri di gereja Katolik Pulau Jolo adalah pasangan WNI. Serangan itu menyebabkan 22 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka.

Menurut Ao, kedua palaku dibimbing oleh kelompok Abu Sayyaf. Tujuan pasangan itu menurutnya, adalah memberi contoh dan mempengaruhi teroris Filipina untuk melakukan bom bunuh diri.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyesalkan pernyataan pemerintah Filipina yang menyebut pelaku peledakan gereja di Pulau Jolo adalah pasangan asal Indonesia. Menurut Kemlu pernyataan tersebut disampaikan tanpa verifikasi sebelumnya.

"Kita sangat menyesalkan pihak Filipina untuk kesekian kalinya membuat pernyataan tentang WNI terlibat tindakan terorisme di Filipina tanpa proses verifikasi terlebih dahulu," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal saat dihubungi, Jumat (1/2/2019).




Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.