Kamis, 11 Jun 2026

Warga Turki Khawatir dengan Kemenangan Partai Erdogan

Senin, 02 Nov 2015 14:46
Reuters
Kemenangan partai pimpinan Erdogan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Turki
ANKARA – Kemenangan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan disambut dengan kecemasan oleh warga Turki. Kebanyakan dari mereka khawatir presiden berusia 61 tahun itu akan berubah menjadi diktator.

Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan penyerbuan polisi Turki sebelum pemilu digelar kepada salah satu media pengkritik pemerintah. Tindakan itu dinilai atas perintah Erdogan.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat, AKP diprediksi mendominasi parlemen dengan perolehan 316 kursi. Dominasi tersebut dinilai akan memberikan mandat kepada Erdogan untuk menjalankan aksi militer melawan pemberontak Kurdi. Kebijakan ini dikritik karena sangat otoriter.

Beberapa saat setelah penghitungan suara dilakukan, keributan terjadi di wilayah Diyarbakir. Wilayah tersebut merupakan kawasan utama warga Kurdi di Turki. Demonstran yang memprotes kemenangan AKP disambut dengan gas air mata oleh polisi.

"Saya takut. Saya tidak mau lagi tinggal di negara ini karena tidak tahu akan seperti apa ke depannya. Kita telah kehilangan kesempatan mengakhiri kediktatoran Erdogan," ujar Guner Soganci, seorang warga Istanbul, seperti dilaporkan ABC, Senin (2/11/2015).

Warga lain bernama Alphan Ozbalta menyayangkan mereka yang memilih AKP. Pria berusia 32 tahun itu menyebut AKP hanya membawa Turki kepada kekacauan. Sedangkan seorang bankir bernama Meryem Bahar menuding ada kecurangan dalam pemilu kali ini.

Pemimpin Partai Rakyat Demokratik (HDP) Selahattin Dermitas menilai pemilu kali ini tidak adil. Dermitas menyebut partainya terlalu sibuk melindungi kader-kadernya karena dilabeli oleh Pemerintah Turki sebagai kepanjangan tangan pemberontak Kurdi.

Rakyat Turki sendiri sekarang terbelah secara etnik, politik, dan agama akibat konflik dengan kelompok Kurdi. Pihak pemerintah menyalahkan militan ISIS dalam konflik tersebut. Salah satu contoh konflik adalah tragedi bom Ankara yang berlangsung saat aksi damai untuk menghentikan kekerasan terhadap warga Kurdi.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 09:32

    Kantor BGN Disegel Massa, Demonstran: Saat MBG Bermasalah yang Protes Justru Pengelola Dapur

    Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026), diwarnai aksi penyegelan simbolis gedung.Dalam

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:15

    Pertamina: Harga BBM Ron 92 di Pasar Internasional Capai Rp21.000 per Liter

    VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 di pasar internasional berada di kisaran Rp20.000 â€" Rp21.000 pe

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:01

    Aksi WN Hong Kong Selundupkan Ketamin Rp 10,9 Miliar

    Jakarta - Polisi mengungkap upaya penyelundupan narkoba jaringan internasional senilai Rp 10,9 miliar. Aksi tersebut dilakukan seorang perempuan berinisial WNK, warga negara Hong Kong, yang diduga ber

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:00

    Aktivis Usul Program Makan Bergizi Gratis Disetop 30 Hari

    Jakarta - Aktivis Usul Program Makan Bergizi Gratis Disetop 30 HariPeneliti Transparency International Indonesia (TII), Agus Sarwono, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasio

  • Kamis, 11 Jun 2026 08:31

    SSK II Pekanbaru Buka Penerbangan Pekanbaru - Malaka

    PEKANBARU-Guna memperkuat konektivitas internasional, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II mulai hari ini, Rabu (10/06/26) menambah rute penerbangan int

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.