Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Benarkah Daging Merah dan Olahannya Memicu Kanker?

Benarkah Daging Merah dan Olahannya Memicu Kanker?

Selasa, 27 Okt 2015 10:54
WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia dalam waktu dekat akan mengeluarkan rilis daftar daging olahan, yang termasuk di dalam kandungan yang menyebabkan kanker, selain alkohol, rokok, arsenik, asbes.

Selama bertahun-tahun kita telah diberitahu bahwa daging merah baik untuk kesehatan, yakni sebagai sumber makanan kaya zat besi.

Namun ini semua bisa menjadi salah. WHO merilis pernyataan mengenai hal tersebut pada Senin, (26/10/2015), waktu New York, Amerika Serikat.

WHO menyatakan bahwa daging seperti sosis, bacon dan burger, diproses sebagai bagian dari "ensiklopedi karsinogen" dan merupakan zat yang paling berpotensi menjadi penyebab kanker di dunia, setelah beberapa penyebab lain seperti rokok, arsenik dan asbes. 

Tapi tidak hanya itu, daging merah segar, ternyata akan masuk di peringkat bawah sebagai penyebab munculnya penyakit kanker. Ini karena potensi munculnya kanker lebih sedikit atau kalah berbahaya ketimbang daging olahan. Terkejutkah Anda?

Namun sebenarnya ini bukan pertama kalinya kita mendengar tentang daging menjadi penyebab kanker. Sebuah studi dari Swedia menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari 150 gram daging olahan, membuat risiko mengalami kanker pankreas hingga 57 persen semakin meningkat.

Studi lain yang mengumpulkan data dari 89.000 wanita 'pre-menopause' selama periode 20 tahun terakhir, menemukan bahwa wanita yang mengoonsumsi diet protein tinggi, dikaitkan dengan 22 persen peningkatan risiko kanker payudara secara keseluruhan.

Jadi, semua masalah ini berpangkal dari daging olahan yang menyebabkan kanker?

"Ini karena daging olahan yang tinggi garam dan lemak. Selain itu, juga karena bahan kimia seperti nitrit yang ditambahkan ke banyak daging olahan untuk mempertahankan warna mereka dan mencegah kontaminasi. Nitrit dapat dikonversi dalam perut untuk nitrosamin karsinogenik," kata Clare Hughes, Dewan Kanker manajer program gizi, seperti dilansir dari Daily Mail.

"Warna merah dan daging olahan berada di antara 940 zat yang ditinjau oleh Badan Internasional untuk Penelitian (IARC). Di sana ditemukan timbulnya beberapa tingkat teoritis 'bahaya'," urai Barry Carpenter, presiden dari North America Meat Institute.

"IARC mengatakan Anda dapat menikmati kelas yoga Anda, tapi jangan menghirup udara kotor, duduk di dekat jendela yang disinari matahari secara penuh, minum wine atau kopi, menyantap makanan panggang."

Barry mengatakan bahwa risiko dan manfaat dari makanan atau perilaku, harus dipertimbangkan sebelum memberitahu semua orang apa yang harus dilakukan.

Adapun pedoman untuk saat ini direkomendasikan agar orang dewasa mengonsumsi daging merah tidak lebih dari 65 gram per hari. World Cancer Research Fund mengatakan, bahwa daging olahan harus dihindari sama sekali.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:05

    Iran Balas AS, Serang Pangkalan Militer di Yordania, Bahrain dan Kuwait

    Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap beberapa pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Tindakan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.