Kamis, 11 Jun 2026

Cara Mencegah Terkena Penyakit Jantung

Senin, 18 Jan 2016 15:35
Zeenews
Penyakit jantung
PUNYA keluarga yang alami stroke, meninggal karena masalah jantung, atau mengidap tekanan darah dan koleterol tinggi bertahun-tahun? Itu adalah peringatan bahwa Anda bisa mengalami hal yang sama. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk mengambil langkah pencegahan.

Namun, ada beberapa hal yang bisa mulai Anda lakukan untuk mencegah faktor risiko jantung. Dean Ornish, MD, seorang ahli internis karismatik di Amerika Serikat telah mencoba Reversal Program, sebuah program rehabilitasi kardiak yang bisa ditiru untuk membantu mencegah risiko jantung.

Pertama adalah latihan dan olahraga. Ornish yang mengikuti panduan American Heart Association (AHA) merekomendasikan sekiranya tiga jam sesi kardio moderat (jalan kaki atau bersepeda) dan 20 menit latihan kekuatan setiap minggu.

Berikutnya adalah diet rendah lemak. Penyebab dari penyakit jantung yang paling buruk adalah lemak jenuh dan lemak tran yang dapat ditemukan di daging dan mentega. Makanan tersebut dapat membuat kadar kolesterol meroket dan berkontribusi pada pembentukan plak yang dapat mentumbat arteri, sehingga risiko serangan jantung dan stroke meningkat.

Semua jenis lemak, Ornish menjelaskan, mengandung lebih banyak kalori per gram daripada protein atau karbohidrat. Semakin banyak kalori yang dimakan, maka semakin banyak berat badan dan tinggi risiko penyakit jantung dan kardiovaskular yang bisa dialami seseorang.

Ornish merekomendasikan konsumsi hanya 10 persen lemak dari seluruh jumlah kalori yang dimakan setiap hari. Ini mungkin lebih sulit daripada rekomendasi AHA dan National Institue of Health yang menyarankan 25 sampai 35 persen kalori harian dari lemak.

Seperti dilansir dari Womenshealth, Senin (18/1/2016), rekomendasi terakhir bisa menjadi pilihan terbaik karena terlalu ketat diet lemak bisa membuat orang lari ke makanan manis. Seperti ditambahkan ahli biokimia nutisi, Alice H Lichtenstein, DSc, produksi trigliserida yang meningkat karena konsumsi gula tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.