Kamis, 11 Jun 2026

Jangan Sepelekan Panu yang Mati Rasa

Sabtu, 30 Jan 2016 15:42
Zeenews
Jangan sepelekan panu yang mati rasa
KUSTA adalah penyakit menular yang disebabkan kuman mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi di kulit. Kusta akan menimbulkan bercak-bercak pada kulit yang beberapa di antaranya bisa bersifat kering. Tapi, keadaan tersebut sering disalahartikan sebagai panu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Wiendra Waworuntu, MKes, mengatakan bahwa kusta berbeda dengan panu yang menimbulkan rasa gatal karena infeksi jamur.

"Panu memiliki unsur gatal dan kemerahan di pinggiran bercak. Sementara bercak kusta ada penebalan saraf sehingga ada sensasi mati rasa dan di kulit tersebut tidak akan berkeringat," jelasnya singkat saat ditemui dalam acara menjelang peringatan Hari Kusta Sedunia minggu ini, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta.

Menurutnya, ada dua jenis kusta, yaitu kusta kering dan basah. Kusta kering memiliki ciri umum yang nampak seperti panu dan ini adalah gejala awal kusta. Adapun kusta basah dapat berbentuk bercak dan penebalan pada kulit yang kemerahan seperti kadas dan mati rasa.

"Kalau jumlah bercak putih yang mati rasa kurang dari 5 buah maka jenis kusta yang diderita termasuk jenis kusta kering. Sedangkan pada jenis kusta basah, biasanya jumlah bercak putih lebih dari 5," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr dr Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K), Ketua Divisi Dermatologi Infeksi Tropik FKUI RSCM, mengatakan bahwa untuk memastikan seseorang menderita kusta atau tidak, pemeriksaan dengan mengerok jaringan kulit untuk mendeteksi bakteri juga bisa dilakukan.

"Kalau ditemukan ada bercak mencurigakan seperti kusta, dokter bisa mencari tahu lewat kerokaan kulit untuk melihat kuman. Tapi pertama kali memang cek dulu apa ada bagian kulit yang terasa baal atau mati rasa, karena kalau pakai hitungan suka ada yang terselip," tambahnya.

Bila seseorang benar menderita kusta, untuk kusta jenis kering, pasien harus menjalani terapi obat selama enam bulan. Sementara untuk pasien dengan kusta basah atau yang sudah cukup parah, terapi obat yang bisa secara gratis didapatka di Puskesmas sampai 12 bulan.

(okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.