Kabupaten Siak Targetkan 13,79 Persen Angka Penurunan Stunting
Admin
Jumat, 08 Jul 2022 10:35
SIAK - Wakil Bupati Siak Husni Merza memaparkan target penurunan kasus stunting kabupaten Siak dalam Webinar, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022, di Medan, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (6/7/2022) kemarin.
Kegiatan itu dikemas dalam Dialog dan Apresiasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.
Husni Merza mengatakan, Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah stunting telah melakukan berbagai program dan kegiatan hingga ke tingkat kampung. Pihaknya juga telah berkolaborasi bersama OPD, TP PKK, dan berbagai pihak lainnya.
“Dalam mencegah stunting selain kolaborasi bersama juga harus ada kesadaran masyarakat, karena masalah stunting ini tidak hanya terjadi bagi masyarakat kurang mampu, namun masyarakat yang mampu pun dapat terkena stunting,” kata Husni.
Adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, serta lahirnya berbagai program untuk penurunan angka stunting di Siak telah membuahkan hasil. Angka stunting bisa berkurang dari tahun ke tahun di kabupaten Siak.
“Kami telah menargetkan 13,79 persen angka stunting di Kabupaten Siak pada 2024 mendatang.
Tentunya Kabupaten Siak ingin mencapai target serendah mungkin, dengan terus berkolaborasi dalam program-program dan kegiatan, karena banyaknya pemicu permasalahan stunting, seperti lingkungan yang tidak sehat, kurangnya perbaikan gizi, dan ini akan terus digesa,” kata dia.
Selain itu Husni juga mengatakan, angka stunting di Kabupaten Siak saat ini sebesar 19 persen. Angka itu masih standar di bawah angka provinsi dan nasional.
“Artinya kita lebih bagus dari provinsi Riau yang angka stuntingnya mencapai 22 persen dan pusat 24 persen, Pemerintah Kabupaten Siak menargetkan di 2024 angka stunting menjadi 13,79 persen dan kita sangat optimistis untuk mencapai itu,” ungkap Husni.
Banyak program Bupati dan Wakil Bupati Siak untuk menekan angka stunting yang bakal dilaksanakan tahun depan. Salah satunya adalah memberikan makanan tambahan kepada anak secara gratis yang difasilitasi oleh Pemkab Siak.
“Pada anak usia PAUD akan dibagikan telur bebek yang diambil dari peternakan bebek di setiap kampung sebagai tambahan sumber protein untuk pertumbuhan anak tersebut. Pemberian telur ini juga dibiayai oleh Pemkab Siak,” kata dia.
Kegiatan yang dihadiri Husni tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Ia menyampaikan berdasarkan peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting yang ditindaklanjuti dengan peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) nomor 12 tahun 2021 tentang rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting Indonesia tahun 2021-2024, bahwa pemerintah menargetkan prevalensi stunting pada anak bawah usia 2 tahun menjadi 14 persen.
Hal itu dilakukan melalui pencegahan dan penurunan Stunting pada sasaran strategis ibu hamil dan anak berusia 0-23 bulan atau rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kelahiran.
"Investasi paling penting adalah kualitas SDM, dengan adanya Perpres, berbagai program dalam pencegahan stunting yang melibatkan stakeholder, tentunya perlu juga diperhatikan menu makanan bagi ibu hamil dan makanan pendamping ASI untuk anak-anak,” kata dia.