Kebiasaan yang Pengaruhi Kesehatan Jiwa
Sabtu, 10 Okt 2015 14:29
Semua itu bergantung pada kebiasaan yang kita atau lingkungan lakukan. Dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2015, kita perlu menyadari bagaimana kebiasaan, sikap, dan cara menjalani keseharian kita agar otak dan jiwa kita senantiasa sehat.
Berikut adalah beberapa bentuk kebiasaan yang tanpa kita sadari bisa mempengaruhi kesehatan jiwa kita, seperti dilansir dari Zeenews, Sabtu (10/10/2015).
Sering mengurung diri di rumah
Sering terlibat dalam aktivitas fisik tiga kali seminggu, menurut studi, tidak hanya baik untuk menjaga tubuh tetap bugar tetapi juga mengurangi risiko depresi. Orang-orang yang mengalami depresi ditemukan cenderung tidak aktif, sedangkan mereka yang aktif lebih terhindar dari depresi.
Ketergantungan dengan teknologi
Kini kita hidup di era pasca-modernisme. Kita tidak bisa mengelak bahwa kita menjadi sangat ketergantungan dengan teknologi. Internet dan smartphone seperti menjadi kebutuhan pokok kita, namun membuat otak tidak istirahat dan melemahkan kemampuannya.
Menunda pekerjaan
Apakah menunda pekerjaan telah menjadi kebiasaan Anda? Jika ya, Anda dianjurkan untuk tidak mengubahnya menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini membuat otak Anda terus-terusan cemas dan memberi tekanan pada otak Anda.
Terlalu bekerja keras
Jika Anda sudah merasa terlalu banyak bekerja, Anda perlu beristirahat. Salah satu alasan utama untuk masalah mental hari ini adalah ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Bila Anda tidak mampu menyeimbangkan keduanya, kemungkinan Anda mengembangkan masalah kesehatan mental yang serius akan meningkat secara signifikan.
Jarang berbagi pengalaman
Berbicara tatap muka sangat baik untuk kesehatan mental Anda. Mengobrol, bersilaturahmi dengan keluarga atau teman adalah kunci umur panjang. Kini media sosial mungkin memudahkan semuanya, tapi percakapan virtual tidak ada gunanya untuk otak Anda.
Kebiasaan tidur cukup tidur
Tidur mempengaruhi kemampuan emosi dan mental seseorang, serta fungsi tubuh tergantung pada siklus tidur seseorang. Selama tidur, otak kita dapat beristirahat. Jika Anda tidak mengambil istirahat yang cukup, risiko kerusakan mental akan meningkat.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama
KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil
Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos
JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni
Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok
PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr