Rabu, 10 Jun 2026

Pria India Hidup dengan Jantung Menembus Kulit

Senin, 26 Okt 2015 15:06
Dailymail
Pria India hidup dengan jantung diluar kulit
SEORANG remaja di India yang lahir dengan jantung di luar tulang rusuk dan menembus kulit dadanya menjadi sorotan publik. Arpit Gohil, yang terkenal dari rekaman video saat lahir, sempat diprediksi dokter tidak akan bertahan lama karena kondisi langka tersebut.

Sekarang, anak yang kini berusia 18 tahun tersebut, dipuji-puji oleh dokter karena berhasil bertahan dengan keajaiban. Kondisi yang dikenal sebagai Pentalogy of Cantrell, adalah kasus langka yang mempengaruhi perkembangan janin dan menyebabkan bayi lahir dengan organ vital (seperti jantung atau usus) di luar tubuh mereka.

Sebagian besar anak-anak dengan kondisi tersebut akan ditangani dengan pemberian alat pelindung untuk mencegah risiko yang bisa membahayakan organ yang dislokasi. Tapi Arpit, yang lahir dengan bentuk kelainan 'ectopia cordis' paling serius, adalah manusia biasa.

Ia tumbuh seperti anak lainnya, ia bisa memanjat pohon, ia bahkan biasa mengendarai traktor ayahnya ke lahan pertanian 40km dari Ahmedabad, di negara bagian Gujarat, India. Ia mengaku kondisi fisiknya tidak masalah untuknya, karena ia telah membiasakan kondisi tersebut, katanya kepada situs berita India Daily Bhaskar.

"Saya bisa melakukan segala sesuatu seperti orang normal dan tidak memiliki masalah dengan pekerjaan saya di pertanian, seperti mengolah tanah, mengemudi traktor, atau mengendarai sepeda," tutur remaja yang jantungnya terlihat menyembul di balik kulit di atas perutnya.

Keadaan tersebut membuat diafragma tertekan dan tidak bisa bekerja sebagaimana fungsi normalnya. Akibatnya, ia akan rentan mengalami infeksi di sistem pernapasannya. Bila ia mengidap pneumonia misalnya, penyakit itu akan jauh lebih buruk baginya daripada orang normal.

"Dia telah belajar untuk mengatasi cacat, tapi tetap saja dia sangat rentan. Jika dia tergelincir dan jatuh, itu bisa berakibat fatal bagi jantungnya. Meskipun ia menjaga jantungya dengan baik, tapi pekerjaan di peternakan tidak 100 persen aman untuknya," kata Dr Sanjeeth Peter, direktur DDMM Heart Institute, memperingatkan.

Sekarang Arpit sedang mempertimbangkan menjalani operasi untuk memindahkan jantungnya ke posisi yang benar, setelah membaca kasus serupa dari seorang gadis di Cina. Pada pemeriksaan Arpit, Dr Peter menemukan lima cacat termasuk gangguan perut di atas pusar dan cacat di jantungnya.

"Dia oke untuk saat ini. Tapi dia bisa mengembangkan masalah pernapasan atau sistem peredaran darah setiap saat. Saya percaya melanjutkan operasi akan sangat baik baginya. Setelah itu ia akan mampu menjalani hidup normal," ujarnya seperti dilansir dari Dailymail, Senin (26/10/2015).

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.