Salak Pondoh Berkhasiat Mencegah Kanker
Selasa, 26 Jan 2016 15:58
Pada tahun 2012, kanker menjadi penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang. Berdasarkan Data GLOBOCAN, International Agency for Research on Cancer (IARC) diketahui bahwa pada tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus baru kanker dan 8.201.575 kematian akibat kanker di seluruh dunia.
Dari data tersebut, empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada meneliti bahwa buah Salak bisa hingga kini hipotesanya bisa digunakan sebagai pencegah kanker.
Buah salak kaya kandungan senyawa polifenol dan flavonoid yang memiliki efek anti-kanker serta mengaktifkan respon imun. "Flavonoid diketahui dapat meningkatkan aktivitas proliferasi limfosit secara invitro sehingga berpotensi sebagai agen imunomodulator," kata Nurwachid Arbangi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM), dikutip dari PR Online, Selasa (26/1/2016).
Dari fakta ini, Nurwachid melakukan penelitian guna mengetahui efek ekstrak buah salah terhadap aktivitas makrofag (sel imun). Penelitian tersebut dilakukan bersama dengan empat temannya yang juga berasal dari FK UGM yaitu Shahylananda Tito Yuwono, Danang Aryo Pinuji, Farah Uma Mauhibah, dan Dery Rahman Ahaddienata di bawah bimbingan Mae Sri Hartati Wahyuningsih.
Dalam penelitian ini mereka menggunakan daging buah salak pondoh (Salacca zalacca). Salak yang diperoleh dari petani salak di Turi, Sleman lantas dibuat menjadi ekstrak dengan menambahkan etanol sebagai pelarut. Dari 4 kg daging buah salak diperoleh sebanyak 219 gram hasil ekstraksi.
Berikutnya, percobaan dilakukan menggunakan makrofag dari 16 ekor mencit. Setelah ekstrak buah salak diujikan pada makrofag menunjukkan dapat meningkatkan imunitas setelah sebelumnya tikus tersebut diinfeksi bakteri.
"Dari hasil observasi dan analisis aktivitas fagositosis makrofag dan produksi Nitric Oxide pada mencit diketahui ekstrak buah salak ini mampu meningkatkan sistem imun," tuturnya.
Menurut Shahylananda, dari hasil uji fagosistas makrofag terbukti mampu meningkatkan imunitas. Sementara pada uji Nitric Oxide menunjukkan pemberian ekstrak salak dapat meningkatkan imunitas dalam dosis tinggi, sedangkan pemberian dalam dosis rendah akan menurunkan imunitas.
"Kami berikan dosis ekstrak salak dalam tiga konsentrasi yaitu 25 µg/ml, 50 µg/ml, dan 100 µ/ml. Hasil optimal terlihat pada konsentrasi tertinggi yaitu 100 µ/ml," ungkapnya.
Penelitian yang mereka lakukan merupakan penelitian awal, belum diujikan ke hewan coba maupun manusia. Menurutnya masih diperlukan berbagai uji praklinik lainnya seperti uji farmakologis, toksisitas dan lainnya.
"Dari uji in vitro ini memang telah diketahui buah salak mampu memodulasi sistem imun, tetapi masih diperlukan penelitian lanjutan kedepannya," katanya.
Mereka berharap, nantinya buah salak ini dapat digunakan sebagai alternatif obat peningkat sistim kekebalan tubuh. Dengan memanfaatkan buah salak yang jumlahnya melimpah di Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor terhadap obat-obatan peningkat imunitas tubuh."Harapannya bisa digunakan sebagai alternatif terapi yang murah dan mudah didapat di Indonesia," ucapnya.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama
KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil
Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos
JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni
Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok
PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr