Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Update Data PMK di Siak, Kasus Bertambah dan Sebaran Wilayah Meluas

Update Data PMK di Siak, Kasus Bertambah dan Sebaran Wilayah Meluas

Admin
Jumat, 08 Jul 2022 09:10
pekanbaru.tribunnews.com

SIAK - Update data Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di kabupaten Siak, Kamis (7/7/2022) menunjukkan adanya penambahan kasus dan peluasan sebaran.

Jumlah kasus sudah mencapai 97 ekor yang meliputi 6 kecamatan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Siak Drh Susilawati mengatakan, penambahan masus sebanyak 14 ekor sapi yang terdeteksi dari Rabu (6/7/2022). Padahal sehari sebelumnya data kasus menunjukkan hanya 83 ekor terinfeksi PMK di seluruh kabupaten Siak.

“Wilayah yang terinfeksi PMK juga meluas, yaitu mencapai 10 desa di 6 kecamatan berbeda. Padahal dari awal hanya di dua kecamatan yang meluas ke empat kecamatan dan saat ini sudah mencapai 6 kecamatan,” kata Susilawati.

Dari 97 ekor sapi terinfeksi, terdapat sapi yang sakit sebanyak 49 ekor, sapi yang sembuh 43 ekor, sapi yang mati 2 ekor dan sapi yang dipotong paksa 3 ekor.

Tindakan potong paksa tersebut dilakukan peternak agar masih dapat mamanfaatkan daging sapi tersebut dan dibagian yang sakitnya dibuang.

“Sapi yang terkena PMK ini tidak tergolong zoonosis, atau tidak termasuk penyakit hewan yang menular ke manusia,” kata dia.

Diskannak Siak sudah melakukan langkah-langkah untuk antisipasi penyebaran PMK serta telah melakukan vaksinasi. Total sapi yang telah divaksin sebanyak 500 ekor.

Ia menguraikan, PMK terjadi di Kecamatan Tualang, yakni di kampung Maredan, Perawang Barat dan Tualang. Di desa Maredan sebanyak 8 ekor sapi yang sampai saat ini sudah dinyatakan sembuh semuanya.


Sedangkan di Desa Perawang Barat terdapat satu ekor sapi yang terinfeksi dan sudah dinyatakan sembuh. Kemudian di desa Tualang terdapat 4 ekor sapi terinfeksi dan dapat disembuhkan sebanyak 3 ekor sapi.


“Di desa Tualang ini kasus potong paksa untuk 1 ekor sapi, di desa ini juga kita sudah lakukan vaksinasi untuk 200 ekor sapi,” kata dia.

Susilawati juga menjelaskan, wilayah yang terinfeksi berikutnya di Siak adalah kecamatan Kandis. Penambahan kasus terdapat di kecamatan ini sebanyak 14 ekor.

Di kecamatan Kandis, desa yang terinfeksi adalah Desa Pencing Bekulo. Total hewan yang terinfeksi di desa ini sebanyak 72 ekor, dengan kondisi sakit 39 ekor, sembuh 31 ekor dan mati 2 ekor.

“Jadi penambahan kasus sebanyak 14 ekor tersebut terdapat di kampung Pending Bekulo ini,” kata dia.

Upaya lain yang dilakukan di kecamatan Kandis adalah melakukan vaksinasi PMK. Diskannak Siak telah menyuntikkan vaksin untuk 300 ekor sapi di kecamatan itu.

Kasus infeksi PMK juga terdapat di Kecamatan Bungaraya, yakni di Desa Jayapura sebanyak 2 ekor. Saat ini jumlah yang sakit satu ekor dan potong paksa satu ekor.

Infeksi PMK juga merambah ke Kecamatan Koto Gasib, yakni di Desa Keranji Guguh. Jumlah hewan terinfeksi sebanyak 5 ekor dan kelima-limanya mengalami sakit.

Selain itu virus PMK juga sampai di Desa Sengkemang dengan sudah terdeteksinya 1 ekor sapi di sana. Satu ekor sapi itu masih menderita sakit hingga saat ini.

Desa terakhir yang dihinggapi PMK adalah Empang Pandan, dengan jumlah terinfeksi sebanyak 2 ekor. Satu ekor mengalami sakit dan satu ekor lainnya dipotong paksa.

Pada Kecamatan Dayun terdapat 1 ekor sapi yang terpapar PMK. Saat ini sapi tersebut masih menderita sakit.

Kecamatan terakhir yang terinfeksi PMK adalah Kecamatan Lubukdalam. Kasus terdeteksi di Desa Sialang baru dengan jumlah kasus untuk 1 ekor sapi.

“Kami telah perintahkan agar petani memisahkan yang terinfeksi dengan yang sehat, kemudian yang terinfeksi diberi obat dan vitamin,” kata dia.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.