Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Waspada, Riasan Halloween Bisa Mengancam Kesehatan Anda

Waspada, Riasan Halloween Bisa Mengancam Kesehatan Anda

Selasa, 27 Okt 2015 09:45
Dailymail
Waspada make up holloween merusak kesehatan Anda
PERAYAAN Halloween kini hampir diadakan di banyak tempat dan komunitas, termasuk mungkin di komunitas sekitar Anda. Mengenakan riasan untuk pesta Halloween mungkin menyenangkan dan menantang, tapi ahli medis profesional kini mengkhawatirkan dampak kesehatan dari riasan tersebut.

Dr Macrene Alexiades-Armenakas, dokter kulit dan Associate Clinical Professor di Yale University School of Medicine, mengungkapkan bahwa kostum make up dapat menyebabkan jerawat, reaksi alergi, dan bahkan penyakit mematikan jangka panjang seperti tumor dan kanker.

Dokter, yang merupakan Direktur dan Pendiri Dermatology and Laser Surgery Center di New York, mengatakan kepada Daily Mail Online, seperti dilansir pada Selasa (26/10/2015), racun yang ditemukan dalam banyak produk riasan wajah Halloween telah dikaitkan dengan kanker.

"Riasan Halloween cenderung berkualitas rendah dan membutuhkan waktu simpan yang panjang, ini membuat riasan tersebut cenderung memiliki pengawet beracun yang tinggi seperti paraben," dia mengungkapkan.

Dermatolog tersebut mengatakan bahwa paraben telah dikaitkan dengan kanker. Bahkan paraben, yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri dalam produk kecantikan, juga telah dikaitkan dengan tumor payudara, menurut Breast Cancer Fund.

Menurut Kanker Payudara Fund, phthalates, yang ditemukan dalam banyak plastik dan produk kosmetik, mengganggu hormon tubuh. Phthalates juga telah dikaitkan dengan cacat lahir, masalah perkembangan saraf pada bayi baru lahir, dan masalah kesuburan.

Dia mengatakan bahwa produk tersebut cenderung memiliki konsentrasi bahan oklusif yang lebih tinggi, seperti bedak, yang meningkatkan kelembaban di kulit dan akibatnya menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Dokter juga mengatakan bahwa pewarna dalam riasan Halloween, terutama merah dan biru, adalah yang tertinggi dalam daftar penyebab dermatitis kontak alergi, yang menyebabkan ruam dan lesi kulit pada daerah kulit yang terpapar.

Dermatitis kontak alergi biasanya muncul satu atau dua hari setelah paparan produk, dan dapat mengakibatkan mengalir lecet, peradangan, gatal, dan bengkak. Gejala dapat bertahan selama satu bulan sebelum dibersihkan dengan perawatan yang tepat.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.