Keluarga
Puluhan Peserta Tes CPNS Terciduk Bawa Jimat, Begini Kata Psikolog
Selasa, 06 Nov 2018 15:56
DI beberapa wilayah di Indonesia sudah berlangsung dilangsungkan tes CPNS. Namun, ada sesuatu yang ganjil di tes tahun ini.
Ya, khususnya di Madiun, di sana, tim panitia seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) menemukan jimat yang disimpan peserta tes di dalam bra dan celana dalam. Sontak, kabar ini langsung jadi pembicaraan banyak orang.
Fakta bahwa masih banyak orang yang tertarik untuk menjadi pegawai negeri sipil tidak bisa dielakkan lagi. Pekerjaan ini bahkan dianggap sangat "agung" oleh beberapa orang.
Itu sebabnya, Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., menjelaskan, mereka ini rela melakukan hal apa pun, termasuk hal bodoh tersebut.
"Bagi sebagian orang terutama di desa, menjadi seorang PNS itu sangat keren, hebat, dan terhormat, sehingga tujuan hidup mereka seteleh menyelesaikan pendidikan, tentu mendapatkan pekerjaan yang mapan. Salah satunya jadi PNS," katanya pada Okezone melalui pesan WhatsApp, Selasa (6/11/2018).
Psikolog Mei melanjutkan, mereka yang kemudian nekat membawa jimat atau ajian tertentu adalah orang yang berani dan akhirnya menghalalkan segala cara untuk bisa mewujudkan impian tersebut. Ya, tak terkecuali melakukan hal yang tidak masuk akal.
Lebih lanjut lagi, Psikolog Mei menerangkan bahwa mereka-mereka yang membawa jimat ini adalah orang yang tidak percaya diri dan tidak percaya pada semua hal; pada nasib, pada dirinya sendiri, atau pada kemampuan yang dia miliki.
"Tindakan membawa jimat adalah tindakan yang tidak didasari pemikiran sehat otak manusia. Logiknya dikesampingkan dan akhirnya melakukan hal bodoh itu," paparnya.
Psikolog Mei juga menjelaskan bahwa mereka-mereka yang membawa jimat ini adalah orang yang putus asa. "Biasanya, mereka-mereka yang seperti ini sangat suka cara yang instan dan akhirnya menghalalkan segala cara. Beberapa juga kurang imannya, karena mereka tidak percaya dan yakin dengan takdir," sambungnya.
Mereka yang membawa jimat juga dianggap sebagai orang yang terlalu mendewakan PNS sebagai impian yang harus digapai. Menurut Psikolog Mei, dengan menjadi PNS, mereka merasa bahwa mereka dapat mendapatkan kepuasan hidup.
Selain itu, bicara mengenai kepercayaan akan jimat, Psikolog Mei menegaskan bahwa mereka itu adalah orang yang kemampuan berpikir kognitifnya sangat kurang.
"Alasannya jelas, mereka yang tidak menggunakan logika atau tidak rasional dalam berpikir atau bertindak biasanya akan mau melakukan hal yang sekali pun dia tahu bahwa itu salah," ujar Psikolog Mei.
Ketakutan akan gagal, sambung Psikolog Mei, juga membuat mereka akhirnya memutuskan untuk mengambil cara instan atau setidaknya berpikir "jaga-jaga" agar impian menjadi PNS bisa tercapai.
(okezone.com)
Lifestyle
Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal
Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali
Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO
JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah
Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal
Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad
Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan
Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb
Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026
PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C