Fashion
4 Desainer Indonesia Bawa Koleksi Busana ke Panggung Mode Rusia
Rabu, 14 Sep 2016 09:40
KIPRAH perancang mode Indonesia kian mendunia. Kali ini, karya busana mereka unjuk gigi dalam ajang Collection Premiere Moscow, di Expo Center Moskow, Rusia, pada 31 Agustus hingga 3 September 2016.
Ya, untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi dalam ajang business to business yang telah diselenggarakan selama 14 tahun itu. Ajang fashion trade show bertaraf internasional ini menampilkan 990 label fesyen dari 33 negara yang dihadiri oleh 21.200 buyers dari 45 negara.
Empat desainer terbaik Indonesia dipilih untuk merepresentasikan industri fesyen Indonesia. Mereka adalah Itang Yunasz, Ardistia New York, Alleira Batik, dan Warnatasku.
Acara yang dihadiri oleh pejabat Tanah Air itu mendapat tanggapan yang positif. Termasuk dari istri Duta Besar Republik Indonesia, Ibu Wahid Supriyadi, serta Christian Kasch, selaku Direktur Collection Premiere Moscow.
"Saya selalu berkesempatan melihat berbagai label fesyen dengan koleksi yang berbeda. Sebelum Indonesia menjadi bagian dari acara ini, saya sama sekali tidak memiliki bayangan seperti apa fesyen di Indonesia," ujar Christian Kasch, melalui siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (14/9/2016).
Ia melanjutkan, "Saya sangat terkejut melihat bagaimana koleksi brand Indonesia dibuat sangat kreatif memadukan desain atau kain tradisional dan gaya kontemporer dengan kualitas serta kekuatan komersial. Saya melihat kesempatan yang realistis di Moskow bagi desainer Indonesia untuk mendapatkan pijakan membuka market di Eropa Timur."
Masing-masing desainer diberi kesempatan untuk memamerkan 24 outfit yang ditawarkan untuk Spring/Summer 2017 mendatang. Itang Yunasz sendiri membawa koleksi modest wear yang terinspirasi dari seni dekoratif Jawa dan Sumatera, Sawunggaling, yang menggambarkan seekor ayam jago sebagai lambang kemenangan.
Kemudian, Alleira Batik dipilih untuk mengenalkan busana batik ready to wear. Ardistia New York juga turut dipilih lantaran mewakili gaya rancangan city look yang muda, dinamis, dan edgy. Terakhir, label Warnatasku memamerkan tas kreasi dengan kain tenun Maumere.
"Semoga ke depannya ada desainer lain yang berpartisipasi di ajang seperti ini dan tahu busana apa yang cocok untuk dibawa. Desainer Indonesia itu banyak sekali, hanya mereka mungkin kesulitan melangkah karena tidak adanya perusahaan yang backing ekspor-impor itu sendiri," tandas Itang Yunasz. (Okezone.com)
Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe
Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya
JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa
Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan
JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja
Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial
JAKARTA - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya
Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka