Food
4 Kuliner Tradisional yang Harus Dicoba di Jawa Timur
Selasa, 23 Jan 2018 17:22
SURABAYA dikenal sebagai salah satu destinasi wisata belanja terbaik di Indonesia. Bukan tanpa sebab, Kota Pahlawan ini merupakan rumah bagi sejumlah pusat perbelanjaan ternama yang menjual berbagai produk berkualitas. Mulai dari pakaian, gadget, hingga peralatan rumah tangga.
Tapi tidak banyak yang mengetahui bahwa Surabaya dan beberapa kabupaten di Jawa Timur, memiliki segudang kuliner tradisional dengan keunikan masing-masing. Potensi tersebut ternyata sudah mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Provinsi Jawa Timur bahkan memiliki sebuah program khusus sebagai bentuk komitmen mereka dalam memajukan sektor kuliner. Salah satunya dengan mengadakan event tahunan seperti Festival Makanan Khas Jatim. Tahun ini, festival tersebut rencananya akan digelar di Taman Chandra Wilwatikta, Pasuruan, pada Oktober mendatang.
"Festival Makanan Khas Jatim bertujuan untuk memperkenalkan serta mengeskplorasi makanan khas Jawa Timur, sehingga dapat menjadi salah satu potensi daya tarik wisata kuliner. Tahun lalu pesertanya berasal dari sejumlah hotel, restoran, rumah makan, dan catering," tutur Dr. H. Jarianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur kepada Okezone, di Taman Budaya Jatim, Surabaya, Sabtu 20 Januari 2018.
Nah, bagi Anda yang tidak sabar ingin mencicipi berbagai hidangan lezat pada festival tersebut, Jarianto juga sempat merekomendasikan beberapa kuliner khas Jatim yang bisa Anda temukan ketika berlibur di Surabaya dalam waktu dekat ini.
Rawon
"Semua daerah di Jawa Timur sepertinya memiliki kreasi rawon dengan keunikan mereka masing-masing. Makanan ini merupakan salah satu kuliner tradisional khas Jatim yang paling diburu oleh para wisatawan nusantara maupun mancanegara," kata Jarianto.
Lodo Ayam
"Secara spesifik, lodho merupakan kuliner tradisional yang berasal dari daerah Tulungagung, Blitar, Trenggalek, atau dari daerah di bagian Barat. Hidangan ini terbuat dari ayam kampung yang diolah menggunakan bumbu cabai (lodo). Buat yang suka makanan pedas, pasti ketagihan saat mencicipinya," imbuhnya.
Pecel
"Saya rasa semua kabupaten kota di Jawa Timur memiliki olahan pecel masing-masing. Tapi yang paling populer itu pecel asal Madiun. Tidak hanya Madiun, di Blitar itu ada perusahaan yang menjual bumbu pecel dengan berbagai varian rasa. Ide usaha ini muncul karena pecel sudah menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Jatim," jelas Jarianto.
Lontong Kupang
"Terakhir ada lontong kupang. Kupang itu semacam kerang berbentuk kecil, lalu diolah dengan kuah petis, air perasan jeruk nipis, dan disajikan dengan potongan lontong. Makanan ini paling mudah ditemukan di Sidoarjo dan Surabaya, sampeyan cari lontong kupang di Tulungagung ya angel (susah)," tukas Jarianto.
(okezone.com)
Lifestyle
Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe
Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya
JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa
Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan
JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja
Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial
JAKARTA - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya
Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka