Fashion
5 Bahaya di Balik Kuas Make-Up Kesayangan Anda
Kamis, 18 Agu 2016 10:19
SETIAP wanita yang menggunakan make-up dalam merias wajah, tahu pentingnya kuas untuk mengaplikasikan make-up sehari-hari. Ya, semakin banyak koleksi make-up Anda, tentu semakin banyak yang kuas dibutuhkan.
Seiring pemakaiannya, kuas-kuas yang Anda pakai akan semakin kotor. Jika tidak dibersihkan, tentu akan membuat hasil riasan menjadi kurang sempurna serta berdampak buruk bagi kesehatan kulit.
Nah, berikut adalah dampak buruk kuas yang tidak dibersihkan bagi kulit Anda, seperti dilansir Womanshealthmag, Kamis (18/8/2016).
Jerawat
Kuas yang biasa Anda kenakan sehari-hari bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran, minyak, serta sisa make-up. Hal tersebut dapat menyumbat pori-pori yang memicu timbulnya jerawat dan iritasi pada kulit.
Seorang ahli kulit, Hadley King, M.D. merekomendasikan agar membersihkan kuas concealer dan foundation minimal seminggu sekali. Berbeda dengan kuas lain yang bisa dibersihkan dua kali dalam sebulan. Cara terbaik untuk membersihkan kuas adalah menggunakan air dan pembersih khusus kuas, atau bisa juga menggunakan sampo bayi.
Campurkan sampo bayi ke dalam air hangat, rendam kuas dalam air, kemudian tekan kuas hingga kotorannya keluar. Lalu, bilas dengan menekan kuas untuk mengeluarkan air yang terserap pada kuas. Diamkan hingga kering.
Hasil riasan wajah kurang maksimal
Kuas yang kotor dan tidak dibersihkan akan membuat hasil riasan wajah Anda menjadi kurang sempurna. Sebab kosmetik yang akan diaplikasikan pada wajah tidak menempel dengan baik pada kuas yang kotor.
Infeksi virus
Bahaya tidak membersihkan kuas make-up secara rutin dapat menyebarkan virus yang menyebabkan infeksi. Apalagi jika Anda kerap berbagi kuas dengan orang lain. Virus yang berasal dari flu atau penyakit lainnya akan membuat Anda sakit. Oleh karena itu, selalu bersihkan kuas atau spons make-up, terutama jika Anda baru sembuh dari sakit.
Pori-pori wajah tersumbat
Kuas yang kotor dan tidak dibersihkan akan menyebabkan pori-pori wajah tersumbat. Jika dibiarkan berlarut-larut, bukan tak mungkin Anda akan mengidap milia. Milia berupa benjolan sangat kecil berwarna putih yang umumnya muncul pada bagian hidung, pipi, dan dagu.
Tumbuhnya jamur
Jarang membersihkan kuas make-up? Maka sekarang Anda harus melakukannya. Sebab kuas yang jarang dibersihkan menjadi tempat yang nyaman bagi jamur untuk tumbuh.
Jamur bisa menyebabkan kulit bersisik hingga ruam kemerahan. Hal tersebut terjadi karena kuas umumnya disimpan di tempat yang lembap sehingga berpotensi menjadi tempat jamur berkembang biak.
"Tuangkan beberapa tetes sabun cair antibakteri pada jari-jari tangan atau sikat gigi. Kemudian, gosokkan pada permukaan kuas. Bilas kuas dengan air hangat, keringkan dengan cara diangin-anginkan selama satu malam," ujar King. (Okezone.com)
Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe
Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya
JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa
Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan
JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja
Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial
JAKARTA - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya
Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka