Lifestyle
5 Penyebab Alis Makin Tipis, Catat Ya!
Senin, 28 Mei 2018 09:09
Masalah kerontokan ternyata tidak hanya mengintai rambut kepala saja, alis kita pun dapat mengalaminya. Saat kamu mulai menyadari adanya gejala kerontokan pada alis, ada baiknya jika kamu segera cari tahu apa penyebab dari kerontokan tersebut agar dapat diatasi dengan segera. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab alis semakin menipis, ini 5 di antaranya.
Over-plucking
Plucking merupakan salah satu cara yang umum dilakukan wanita untuk merapikan bentuk alisnya. Cara ini banyak dipilih karena lebih presisi dan dapat membuat rambut alis tumbuh kembali dalam waktu yang lebih lama. Namun, perlu diketahui juga bahwa cara ini dapat membuat alis semakin menipis. Pencabutan rambut alis pada area yang sama secara berulang, dapat menyebabkan folikel rusak, melemah, dan berujung dengan terhentinya pertumbuhan rambut.
Penggunaan Kosmetik
Kamu yang gemar merias alis, coba lebih berhati-hati saat memilih dan menggunakan produk alis, ya! Ternyata, gesekan antara pensil alis yang terjadi secara berulang dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama dapat merugikan alis. Lama-kelamaan, rambut alis dapat menjadi rapuh dan mudah mengalami kerontokan. Hal ini juga dapat terjadi akibat penghapusan makeup yang terlalu kasar atau penggunaan peel-off eyebrow tattoo yang membuat rambut alis ikut tercabut.
Pertambahan Usia
Rambut rontok merupakan salah satu masalah yang umum dialami seseorang yang mulai mengalami penuaan akibat kondisi rambut yang menjadi semakin kering dan mudah rontok. Ternyata, masalah kerontokan ini tak hanya terjadi pada rambut kepala, tetapi juga pada rambut alis. Untuk mencegahnya, pastikan kamu selalu menjaga kulit terhidrasi dengan baik.
Masalah dengan Kelenjar Tiroid
Kelainan pada kelenjar tiroid, baik itu hypothyroidism ataupun hyperthyroidism dapat menyebabkan rambut rontok. Tak hanya rambut kepala saja, rambut alis pun dapat menjadi rontok. Untuk mengeceknya, kamu dapat meletakan pensil secara vertikal, dengan ujung satu mengarah ke atas pada outer corner mata kanan, dan ujung satunya mengarah ke lantai. Lalu, perhatikan apakah masih ada rambut alis di sisi kanan pensil di luar sudut mata kamu? Jika tidak ada (bukan karena dicabuti atau di-wax, ya!), mungkin kamu bisa mengecek gejala masalah kelenjar tiroid lainnya dan segera berkonsultasi dengan dokter.
Stres
Selain berpengaruh pada kesehatan mental, stres juga dapat berpengaruh pada kesehatan rambut alis kita. Perubahan hormon yang terjadi saat seseorang mengalami stres dapat memengaruhi pertumbuhan rambut alis dan berujung dengan telogen effluvium, sebuah kondisi di mana rambut mengalami kerontokan dalam jumlah yang tidak wajar. Tak hanya itu, stres juga dapat menyebabkan folikel rambut menerima sinyal yang salah.
(Vemale.com) Lifestyle
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J