Rabu, 17 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Dipukul Teman, Harus Balas atau Menghindar?

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Jika Anak Dipukul Teman, Harus Balas atau Menghindar?

Senin, 05 Des 2016 12:09
Shutterstock
Ilustrasi.
Pertengkaran antar anak wajar terjadi. Tetapi jika pertengkaran tak sekadar cekcok mulut, sudah melibatkan fisik, segera pisahkan anak.

Setelah tenang, ajak mereka menyelesaikan konfliknya, arahkan bahwa pertengkaran fisik hanya akan saling menyakiti. Minta mereka berdamai, berjabat tangan, lalu bermain bersama kembali.

Kita juga perlu melihat, apakah anak lain memiliki permasalahan pada dirinya atau tidak. Umpama, si teman ternyata mengalami gangguan perilaku seperti hiperaktif.

Anak hiperaktif umumnya tak mampu mengontrol perilakunya. Selain sangat aktif, ia pun kerap menciptakan "keonaran" yang membuat resah teman-temannya.

Contoh, merebut barang, melompat-lompat di atas meja, berteriak-teriak, dan sebagainya.

Jika anak memiliki teman yang provokator, sering meledek sehingga memicu emosi dan diakhiri pertengkaran, kita perlu mempersiapkan mental anak. Begini cara menghadapi teman biang onar:

Tingkatkan percaya diri anak
Anak mungkin sering diledek, entah fisik seperti tubuh gendut, kulit hitam, kerempeng, rambut kribo, atau lainnya.

Tingkatkan rasa percaya diri anak dengan mengungkapkan kelebihannya, semisal, "Memang tubuhmu kerempeng, tapi kamu cerdas lo!" Percaya diri yang tinggi membuat anak tak mudah emosi, lebih santai menghadapi ejekan.

Tidak membalas
Meski anak direbut barangnya, dijambak, dipukul, atau ditendang, jangan memintanya untuk membalas, melainkan minta ia untuk menghindar atau mempertahankan diri.

Menjauhi teman yang memukulnya jauh lebih baik. Setelah itu, minta ia memaafkan si teman karena mungkin ia khilaf.
 Pertengkaran antaranak wajar terjadi. Tetapi jika pertengkaran tak sekadar cekcok mulut, sudah melibatkan fisik, segera pisahkan anak.

Setelah tenang, ajak mereka menyelesaikan konfliknya, arahkan bahwa pertengkaran fisik hanya akan saling menyakiti. Minta mereka berdamai, berjabat tangan, lalu bermain bersama kembali.

Kita juga perlu melihat, apakah anak lain memiliki permasalahan pada dirinya atau tidak. Umpama, si teman ternyata mengalami gangguan perilaku seperti hiperaktif.

Anak hiperaktif umumnya tak mampu mengontrol perilakunya. Selain sangat aktif, ia pun kerap menciptakan "keonaran" yang membuat resah teman-temannya.

Contoh, merebut barang, melompat-lompat di atas meja, berteriak-teriak, dan sebagainya.

Jika anak memiliki teman yang provokator, sering meledek sehingga memicu emosi dan diakhiri pertengkaran, kita perlu mempersiapkan mental anak. Begini cara menghadapi teman biang onar:

Tingkatkan percaya diri anak
Anak mungkin sering diledek, entah fisik seperti tubuh gendut, kulit hitam, kerempeng, rambut kribo, atau lainnya.

Tingkatkan rasa percaya diri anak dengan mengungkapkan kelebihannya, semisal, "Memang tubuhmu kerempeng, tapi kamu cerdas lo!" Percaya diri yang tinggi membuat anak tak mudah emosi, lebih santai menghadapi ejekan.

Tidak membalas
Meski anak direbut barangnya, dijambak, dipukul, atau ditendang, jangan memintanya untuk membalas, melainkan minta ia untuk menghindar atau mempertahankan diri.Menjauhi teman yang memukulnya jauh lebih baik. Setelah itu, minta ia memaafkan si teman karena mungkin ia khilaf.

Tidak menyimpan dendam
Pertengkaran di masa kanak-kanak umumnya sepele, wajar terjadi karena anak masih sulit mengendalikan emosi. Tapi bisa saja anak sakit hati dan mengingat terus kejadian tersebut.

Mengingat boleh tetapi jangan sampai memunculkan dendam di hati anak. Contoh, karena dendam, ia berjanji tidak akan meminjamkan alat tulis kepada temannya tersebut.

Jadi, kalau memang sudah berdamai, persahabatan harus dijalin kembali seperti semula. Siapa tahu, teman yang pernah bertengkar dengan anak kelak akan menjadi penolong anak.

Nah, ingat ya Mam, kalau anak dipukul tak usah balas memukul. Lebih baik jauhkan diri, lalu meminta pertolongan orang dewasa yang ada di sekitarnya.
(tribunnews.com)
Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 16 Jun 2026 16:50

    Dirregident Korlantas Tegaskan Hanya Polri yang Berwenang Terbitkan SIM

    Jakarta - Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri, Brigjen Wibowo, menegaskan kewenangan penerbitan surat izin mengemudi (SIM) di Indonesia secara sah dan resmi hanya dimili

  • Selasa, 16 Jun 2026 16:38

    Rusia Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Ukraina, 11 Orang Tewas

    Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone ke Ukraina, Kyiv. Serangan itu menewaskan sedikitnya 11 orang di seluruh Ukraina dan memicu kebakaran di salah satu biara Ortodoks terpenting di Kyiv.Dilansi

  • Selasa, 16 Jun 2026 15:44

    Daftar Jenis Batu Bara yang Wajib Diekspor Lewat PT DSI

    JAKARTA - Ekspor komoditas kini hanya satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Batu bara menjadi salah satu komoditas yang akan diatur ekspornya melalui BUMN baru tersebut.Mengacu

  • Selasa, 16 Jun 2026 15:20

    Gibran Catat 15 Tuntutan Mahasiswa, Janji Sampaikan ke Prabowo

    Jakarta - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menerima dan mencatat aspirasi yang disampaikan 15 mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dalam pertemuan tertutup selama sekitar satu jam di Istana

  • Selasa, 16 Jun 2026 15:18

    Gempa Palu Picu Kerusakan Infrastruktur di Berbagai Titik

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa berkekuatan magnitudo 6,7 telah mengguncang Kota Palu, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah."Laporan sementara mencatat adanya

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.