Selasa, 16 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Rusia Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Ukraina, 11 Orang Tewas

Internasional,

Rusia Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Ukraina, 11 Orang Tewas

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 16 Jun 2026 16:38
Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone ke Ukraina, Kyiv. Serangan itu menewaskan sedikitnya 11 orang di seluruh Ukraina dan memicu kebakaran di salah satu biara Ortodoks terpenting di Kyiv.
Dilansir AFP, Selasa (16/6/2026), serangan itu membuat warga di Kyiv berlarian di jalanan mencari perlindungan sepanjang malam pada Senin (15/6). Rudal-rudal Rusia dicegat di langit dan puing-puing yang menyala berjatuhan di seluruh kota.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyerukan tekanan lebih besar kepada Moskow dari para pemimpin G7 yang sedang mengikuti KTT di Prancis. Zelensky mengaku telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa dirinya bersedia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai tawaran yang akan 'lebih sulit ditolak' oleh Putin.

Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 34 orang di Kyiv. Serangan itu memicu kebakaran di halaman situs warisan dunia UNESCO Kyiv-Pechersk Lavra hingga membakar atap Katedral Dormisi.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Didirikan pada abad ke-11, situs tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi umat Ortodoks di Ukraina dan Rusia. Militer Rusia mengatakan telah melakukan 'serangan besar-besaran' terhadap situs-situs militer di Kyiv, serta wilayah Kharkiv dan Dnipro.

Rusia membantah menargetkan Lavra. Rusia mengatakan biara tersebut terkena rudal pertahanan udara Patriot AS yang sudah usang.

Setelah mengunjungi situs tersebut, Zelensky mengatakan dua drone Rusia 'dengan sengaja' menargetkan kawasan biara Kyiv. Pihak Ukraina menyebut Moskow menembakkan 70 rudal dan 611 drone, terutama menargetkan ibu kota. Ukraina mengklaim mereka telah menembak jatuh 50 rudal dan 582 drone.

Seorang biarawan yang tinggal di biara tersebut, Makariy, mengatakan bahwa dia 'melompat' dari tempat akibat suara keras pada pukul 5 pagi waktu setempat. Setelah keluar dari kamarnya, dia melihat kompleks tersebut terbakar dan berlindung di tempat perlindungan.

Petugas layanan darurat Ivan mengatakan 'semuanya baik-baik saja di dalam' Katedral Dormisi dan menyebut atapnya mengalami kerusakan paling parah. Kyiv-Pechersk Lavra sendiri merupakan biara dengan kubah emas yang ikonik, dihormati oleh cabang Gereja Ortodoks Rusia dan Ukraina sebagai salah satu pusat spiritual terpenting mereka.

Sistem gua yang luas di dalamnya menyimpan relik puluhan santo yang dihormati oleh kedua Gereja. Katedral Dormisi, yang terbakar dalam serangan itu, hampir hancur total selama Perang Dunia II dan dibangun kembali pada tahun 1990-an.

Gereja Ortodoks Rusia mengelola situs tersebut melalui cabang Ukrainanya selama berabad-abad. Pada tahun 2022-2023, para biarawan yang melayani di cabang Ukraina dari gereja Moskow diusir dari biara karena dituduh memiliki hubungan dengan Rusia.

Di Rusia, serangan pesawat tak berawak Ukraina juga menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya di kota Tula, sekitar 200 kilometer (125 mil) selatan Moskow. Zelensky mengaku masih menunggu apa respons dari Rusia atas proposalnya untuk bertemu Putin di AS.

Putin telah berulang kali menolak seruan untuk pertemuan tatap muka, termasuk undangan baru dari Zelensky untuk bertemu selama KTT G7. Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 sendiri telah berubah menjadi konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II dengan ribuan warga sipil dan ratusan ribu tentara tewas.
Rusia terus melakukan serangan ke Ukraina hampir setiap. Sementara, Ukraina telah meningkatkan serangan udaranya ke Rusia dalam beberapa minggu terakhir..(detik.com)

Sumber: https://news.detik.com/internasional/d-8534298/rusia-luncurkan-serangan-rudal-dan-drone-ke-ukraina-11-orang-tewas?page=2

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.