Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Gibran Catat 15 Tuntutan Mahasiswa, Janji Sampaikan ke Prabowo

Nasional,

Gibran Catat 15 Tuntutan Mahasiswa, Janji Sampaikan ke Prabowo

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 16 Jun 2026 15:20
Jakarta - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menerima dan mencatat aspirasi yang disampaikan 15 mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) dalam pertemuan tertutup selama sekitar satu jam di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Plt. Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar mengatakan Gibran menyambut baik dialog dengan mahasiswa yang berlangsung sangat interaktif. Menurutnya, sejumlah persoalan yang disampaikan mahasiswa akan dipelajari lebih lanjut sesuai kewenangan pemerintah."Bapak Wakil Presiden menyambut baik dan menerima apa-apa yang tadi telah disampaikan dalam bentuk dialog yang interaktif. Bahkan dari mahasiswa juga menyampaikan isu-isu di daerah yang sampai ke tingkat nasional," kata Al Muktabar usai pertemuan tersebut.

Pertemuan digelar secara tertutup karena merupakan respons atas keinginan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung melalui perwakilan. Aspirasi disampaikan dinilai mewakili suara mahasiswa yang sebelumnya melakukan aksi demonstrasi.

Hormati Gelombang Demo Mahasiswa Terkait gelombang demonstrasi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir, Al Muktabar menegaskan bahwa Gibran menghormati penyampaian pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Dia menyebut bahwa kesediaan Wapres Gibran untuk menerima mahasiswa menjadi bukti penghormatan pemerintah terhadap aspirasi publik.

"Pada prinsipnya Bapak Wakil Presiden karena kita tentu adalah negara yang basisnya demokrasi, kemudian landasan hukum, maka hal-hal seperti itu beliau sangat menghargai," ujarnya.

Akan Disampaikan ke Prabowo?

Saat ditanya apakah hasil dialog dengan mahasiswa akan dibawa kepada Presiden Prabowo, Al Muktabar menyebut Presiden dan Wakil Presiden memiliki mekanisme kerja tersendiri untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Oh ya, tentu beliau berdua, Bapak Wakil Presiden dan Bapak Presiden tentu punya mekanisme kerja yang akan disampaikan dalam kesempatan-kesempatan tertentu sesuai waktu yang tersedia,” kata dia.

Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden Nicolaus Teguh Budi Harjanto, menegaskan tidak ada kesepakatan resmi antara pihak Wakil Presiden dan mahasiswa mengenai tenggat waktu pemenuhan tuntutan. Namun, memorandum yang diserahkan mahasiswa masih akan dipelajari lebih lanjut sebelum dilaporkan kepada Wakil Presiden.

Nicolaus menyatakan dalam pertemuan itu Gibran juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Tadi Mas Wapres juga menyampaikan perkembangan, misalnya MBG di daerah 3T kan sangat diperlukan. Teman-teman mahasiswa dari NTT banyak yang belum mendapatkan, mungkin ada evaluasi lah, mungkin perlu fokusnya ke sana,” ujar Nicolaus.

 

Isi Tuntutan Mahasiswa
Para mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan secara langsung kepada Gibran dalam pertemuan 1 jam.

"Poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama; Klaster fiskal dan pendidikan. Sub poinnya yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit transparansi," kata Koordinator Aksi Muhammad Abdi Maludin kepada awak media, Senin (15/6/2026).

Kemudian sub yang kedua, yaitu mengalihkan efisiensi anggaran untuk mensubsidi UKT (Uang Kuliah Tunggal) ataupun biaya operasional pendidikan tinggi lainnya. Lalu klaster ketiga ada hukum dan supremasi sipil.

Dalam klaster ini, mahasiswa meminta pemerintah mengirinkan rekomendasi resmi ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap Undang-undang Polri yang baru disahkan.

"Yang ketiga, klaster krisis moneter dan energi. Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat," katanya.

 

Beri Tenggat Waktu 5x24 Jam
Mahasiswa memberikan tenggar waktu selama 5x24 Jam untuk pemerintah merealisasikan tuntutan tersebut.

"Karena memang kami dari BEM Universitas Bung Karno memberikan waktu 5 x 24 jam," kata dia.

Mereka mengultimatum, apabila dalam waktu yang ditentukan tuntutan tidak dipenuhi, maka akan kembali turun aksi.

"Ketika aspirasi yang kami sampaikan tidak terealisasi, maka kami akan bentuk daripada pergerakan tersebut, aksi jilid-jilid berjilid," ungkapnya.

Pesan Wapres Gibran

Dalam pertemuan tersebut, Abdi mengatakan bahwa Wapres Gibran terbuka dan akan mengkaji hasil tuntutan yang diberikan oleh para mahasiswa. Ia menyebut, Gibran akan memberitahukan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Artinya Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian dia. Dia akan mengaudit dan mengkonsolidasi, apa mengkonsolidasi, dia akan memberitahukan kepada pimpinan, lebih khusus Presiden Prabowo Subianto. Dia akan sounding lagi,(liputan6).
Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/7891656/gibran-catat-15-tuntutan-mahasiswa-janji-sampaikan-ke-prabowo

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.