lifestyle
Bahan Kemasan Makanan dan Minuman yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sabtu, 07 Apr 2018 13:27
KEGIATAN masyarakat yang semakin dinamis dan serbacepat menuntut penjual dan produsen membuat kemasan makanan yang praktis. Namun sayangnya, banyak kemasan makanan yang malah merugikan kesehatan Anda ke depannya. Contohnya saja styrofoam, plastik BPA. Melansir dari laman resmi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berikut penjelasan bahaya dari kemasan pangan bagi kesehatan.
1. Kemasan kertas
Kemasan kertas biasa masyarakat temukan sebagai wadah dari minuman dan makanan di restoran cepat saji. Namun, kini Anda harus sudah mulai waspada, karena kemasan makanan kertas bisa menimbulkan kontaminasi dari mikroorganisme, sehingga bisa merusak produk makanan dan menimbulkan penyakit. Selanjutnya, bila kertas yang digunakan merupakan kertas bekas ada tintanya dan digunakan untuk membungkus makanan berminyak, timbal yang terdapat dalam tinta bisa berpindah ke makanannya.
2. Bahaya kemasan kaca, gelas, dan porselen
Kemasan kaca biasanya banyak digunakan untuk botol minuman, sementara porselen juga banyak digunakan di rumah-rumah sebagai peralatan makan. Di balik tampilannya yang indah berwarna-warni, ternyata tidak semua kemasan tersebut baik bagi tubuh manusia. Menurut BBPP Lembang, warna botol kaca yang paling baik dalam menyaring cahaya ultraviolet ialah warna amber dan merah. Selain itu, warna cokelat pada kemasan botol kaca minuman sari jeruk nipis juga dinilai aman, karena bertujuan agar kandungan asam tidak bereaksi dengan kemasan dan cahaya tidak merusak vitamin c.
3. Plastik
Nah, kemasan plastik inilah yang paling banyak dan sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Selain karena mudah didapatkan, kemasan plastik juga harganya terjangkau. Namun, dari kemasan plastik yang sering digunakan misalnya untuk bakso atau makanan berkuah dan berminyak. Bahayanya polimer-polimer bisa terlepas dan masuk ke dalam produk pangan. Kemasan plastik yang aman adalah yang 2 (LDPE), 4 (HDPE), dan 5 (PP). Jenis PET (1) dinilai yang paling aman, karena tahan terhadap suhu tinggi hingga 200 derajat celcius.
4. Styrofoam
Di Jakarta kemasan makanan menggunakan styrofoam masih bisa dengan mudah ditemukan. Padahal penggunaan styrofoam terlalu sering bisa memicu masalah kesehatan, karena bisa mengeluarkan residu yang cukup berbahaya. Jadi, yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah mengurangi penggunaan kemasan makanan dengan styrofoam.
(okezone.com)
Lifestyle
Riau Ikuti Kick-Off Pemdi 2026, Transformasi Digital Pemerintah Makin Dipercepat
PEKANBARU â€" Pemerintah pusat terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui perubahan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintahan Digital (Pemdi). Transformasi
Pengembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau Masih Terkendala SDM dan Fasilitas
PEKANBARU-Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau Hendry Munief mengunjungi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM dan Riau Creative Hub (RCH) di Pekanbaru.Kunjungan tersebut dilakukan u
Naik 30 Persen, Pajak Makan dan Minuman Penyumbang Terbesar PAD Pekanbaru
PEKANBARU- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari sektor pajak daerah terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Pajak dari sektor makan dan minuman menjadi penyumbang terbesar pener
Menkes Bicara Gaji Dokter: Ada yang Miliaran hingga Setara Tukang Parkir
Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tingginya kesenjangan pendapatan di kalangan dokter. Menurut dia, ada dokter yang memperoleh penghasilan hingga miliaran rupiah per bulan,
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Dukung Kelor NTT Jadi Komoditas Unggulan
Jakarta - Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Yane Ardian Bima Arya mendukung kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menja