Lifestyle
Bikin Penelitian Tentang Wudhu, Ilmuwan Ini Malah Jadi Mualaf
Kamis, 10 Mei 2018 09:11
BANYAK kisah mualaf dari berbagai belahan dunia. Salah satunya kisah masuk Islamnya seorang ilmuwan karena penelitiannya tentang wudhu.
Umumnya ilmuwan memeluk Islam karena melihat keajaiban dari apa yang mereka amati dalam bidang penelitian mereka. Inilah yang dirasakan oleh Prof. Dr. Leopold Werner von Ehrenfels.
Leopold Werner von Ehrenfels merupakan seorang psikiater sekaligus ahli neurologi berkebangsaan Austria. Ia telah menunjukkan rasa tertariknya terhadap dunia Timur yang diwujudkan dengan mengunjungi Balkan (Eropa bagian tenggara) dan Turki ketika ia dewasa.
Saat ia mengunjungi negara-negara tersebut, Leopold kerap kali ikut salat berjamaah walau ia belum memeluk Islam. Kendati demikian, apa yang dilakukannya direspons positif dari kaum muslimin setempat.
Inilah yang membuatnya menaruh perhatian terhadap Islam. Sampai kemudian ia memeluk Islam pada 1927. Ia pun mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf von Ehrenfels.
Perjalanannya menuju Islam juga ditempuhnya dengan meneliti tentang wudhu sebelum melakukan salat. Dari hasil temuannya, ia menemukan fakta terkait dengan pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia.
Pusat-pusat syaraf yang paling peka itu berada di dahi, tangan, dan kaki, di mana pusat syaraf ini sangat sensitif bila terkena air. Apabila seseorang senantiasa membasuh dengan air pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka ini bisa memelihara kesehatan dan keselarasan pusat syarafnya.
Bahkan, Leopold merekomendasikan agar wudhu bukan hanya milik dan
kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.
Dalam Surah Al-Maidah Ayat 6 disebutkan bagian tubuh yang terkena air
wudhu.
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur," bunyi Surah Al-Maidah Ayat 6.
(okezone.com)
Lifestyle
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J