Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Dampak Buruk Kalau Kamu Sering Makan Terburu-buru Jelang Imsak

Lifestyle

Dampak Buruk Kalau Kamu Sering Makan Terburu-buru Jelang Imsak

Jumat, 18 Mei 2018 09:13
Ilustrasi

KARENA tidur kemalaman, rasanya bikin kamu malas bangun sahur. Akhirnya, kamu mengandalkan makan terburu-buru karena waktu Imsak segera tiba.

Dari sisi medis, melahap makanan dengan cepat sangat tidak dianjurkan oleh dokter. Lebih baik kamu menghindari kebiasaan itu karena bakal menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Studi mengklaim bahwa seseorang yang hobi makan terburu-buru bisa mengganggu metabolismenya. Jika kamu menghabiskan makanan kurang dari lima menit, bisa menimbun lemak dan akibatnya memicu obesitas.

Paling tidak, berat badanmu tidak langsung naik signifikan. Mulanya perutmu akan terlihat buncit dan tidak indah dipandang.

Artinya, ketika kamu punya risiko obesitas, dalam jangka panjang lagi ada efek serangan penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Studi ini dipresentasikan pada Scientific Sessions 2017 American Heart Association beberapa waktu lalu.

Para peneliti dari Hiroshima University di Jepang menindaklanjuti 642 pria dan 441 wanita selama lima tahun. Studi ini mengidentifikasi orang-orang yang makannya lambat, normal atau cepat. Mereka menemukan bahwa orang yang suka makan terburu-buru, sekira 11,6% lebih mungkin telah mengembangkan sindrom metabolic. Mereka cenderung mudah obesitas, tekanan darah tinggi, menimbunnya lemak jahat dan gula darah tinggi setelah periode puasa.

Hubungan antara makan dengan cepat dan menjadi tidak sehat telah diketahui untuk sementara waktu. Saat Anda makan dengan cepat, tubuh tidak mendapat kesempatan untuk memberi sinyal ke otak, dan rasanya tambah kenyang. Reseptor di lambung juga mulai melemah. Seharusnya frekuensi makan yang normal memerlukan waktu 15 hingga 20 menit.

Di samping itu, kamu harus mengunyah makanan sampai halus agar usus mudah mencernanya. Air liur memiliki enzim yang melumasi dan mulai mencerna apa yang kamu makan. Hal ini memungkinkan makanan yang masuk ke dalam usus diproses dengan lambat dan sempurna.

Tapi biasanya orang yang makan buru-buru, mengunyah makannya tidak sampai halus. Akibatnya, makananmu akan sulit dicerna, sehingga menimbulkan rasa sembelit atau perut mulas di pagi harinya.

Sebagai antisipasi, kamu jangan terlalu sering bangun kesiangan untuk makan sahur yang mendekati waktu Imsak. Fatalnya, jika kamu mengalaminya terus-menerus dampaknya bikin aktivitasmu terganggu, karena gangguan pencernaan dan dalam jangka panjang terkena serangan penyakit kronik.(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.