Health
Ini Bedanya Efek Samping Sabu Cair dan Sabu Biasa
sumber : okezone.com
Selasa, 19 Des 2017 07:08
MASYARAKAT Indonesia kembali dihebohkan kasus penggerebekan tempat hiburan malam (THM) di MG International Club, Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, yang memproduksi narkoba jenis sabu dan ekstasi berbentuk cair atau liquid.
Kasus ini bahkan telah mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno. Ia merasa prihatin ketika mendengar barang haram itu kembali beredar dan bahkan diproduksi di dalam diskotek.
"Nauzubillahi min dzalik, saya baru baca, bahwa itu ada sabu cair, saya sangat-sangat prihatin, dan ini ada di tengah-tengah kita semua. Kita harus betul-betul mulai melihat di sekeliling kita. Kalau ada yang mencurigakan, kita harus laporkan, karena narkoba ini sudah merusak menyebar, sudah sangat merusak sendi-sendi kemasyarakatan kita," kata Sandi di Keramat Luar Batang, Jakarta Utara, Minggu, 17 Desember 2017.
Jika ditelisik lebih dalam, sabu cair dan sabu biasa itu sebetulnya memiliki efek samping yang sama. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Frandy Susatia, dokter spesialis saraf dari RS Siloam.
"Pemakaian sabu itu memang banyak caranya. Ada yang dihirup lewat hidung, atau dibakar lalu dihirup melalui mulut. Kalau yang dicampurkan dengan air itu hanya untuk menekan efek sampingnya agar tidak langsung dirasakan oleh si pemakai," tutur Frandy saat dihubungi Okezone via telefon, Senin (18/12/2017).
Ia menjelaskan, sabu yang dicampurkan dengar air menimbulkan efek samping yang lebih ringan, sehingga para pemakai cenderung menggunakannya secara perlahan hingga mencapai klimaks yang mereka inginkan. Bandingkan dengan jenis sabu biasa yang digunakan secara konvensional. Efek sampingnya justru akan timbul lebih cepat.
Kasus penggunaan sabu cair atau liquid sendiri sebetulnya telah lama dilakukan oleh para pengedar dan pemakai di Indonesia. Jenis narkoba ini kerap digunakan karena dianggap menjadi salah satu cara terbaik untuk menghilangkan barang bukti ketika si pemakai terciduk pihak berwajib.
"Sabu cair itu salah satu cara aman untuk menghilangkan barang bukti," imbuhnya.
Selain itu, air mineral juga dinilai sebagai salah satu media yang tepat untuk menghilangkan efek dehidrasi yang ditimbulkan. Para pemakai jarang mengonsumsi minuman bersoda atau beralkohol ketika sedang menggunakan narkoba tersebut. Tapi ketika efek 'melayang' atau halusinasinya telah terasa, baru mereka berani mengonsumsi minuman berlakohol.
Proses pencampurannya pun relatif lebih praktis jika dibandingkan dengan media perantara lainnya. Sebagai contoh, untuk melarutkan 0,2 gram sabu, pemakai hanya perlu menambahkan 100 cc air saja.
"Kalau dicampur ke makanan seperti nasi, efeknya tidak akan terlalu terasa karena sulit untuk menentukan takaran yang pas. Jadi mereka cenderung menggunakan air putih karena lebih mudah dan takarannya sudah pas," tukas Frandy.
(okezone.com)
Lifestyle
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit
Pria di Pekanbaru Ditangkap Usai Bayar Pembelian iPhone Pakai Bukti QRIS Palsu,Sudah 10 Kali Beraksi
PEKANBARU - Tim Unit Reskrim Polsek Binawidya, membekuk seorang pria yang diduga menjadi spesialis penipuan dengan modus menggunakan bukti transfer dan QRIS palsu saat berbelanja di sejumlah toko di K
Gerbong Mutasi Polri Bergerak, Sejumlah Pejabat Utama Polda Riau Resmi Berganti
PEKANBARU - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia kembali merotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau, Jumat (26/6/2026).Berdasarkan surat telegram
Serbuk Sorgum Ternyata Jadi Sumber Energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap
PPT PLN Indonesia Power (PLN IP) memanfaatkan biomassa berupa serbuk sorgum yang dihasilkan oleh masyarakat sebagai campuran bahan bakar (co-firing) batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.Direkt
Dendam Berujung Pembacokan, Pemuda di Makassar Serang Mahasiswa
Tim Opsnal Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Panakkukang menangkap AF (18), pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa di Jalan Maccini Raya, Kelurahan Sinrijala, Makassar. Berdasarkan hasil pemeri