Lifestyle
Jangan Dibuang, Limbah Kertas Bisa Jadi Kerajinan Unik Seperti Ini
Senin, 07 Mei 2018 15:44
Purworejo - Bagi sebagian besar orang, koran bekas atau limbah kertas hanya akan dijadikan bungkus makanan atau barang lain bahkan dibuang begitu saja. Namun tidak bagi salah satu komunitas di Purworejo ini.
Di tangan mereka, limbah kertas bisa disulap menjadi kerajinan unik dan bernilai ekonomis tinggi.
Adalah Komunitas Rumah Kertas Indonesia, yang terdiri dari anak-anak muda kreatif yang menjadikan kertas sebagai media pembelajaran maupun karya seni unik. Komunitas yang berada di Kelurahan Cangkreplor, RT 02/ RW 02, Kecamatan Purworejo itu sudah ada sejak 2010.
Berbagai jenis dan bentuk hasta karya yang dihasilkan di antaranya gantungan kunci, miniatur sepeda motor, mobil, traktor, miniatur Masjid Agung Purworejo, miniatur Tugu Jogja, miniatur bedug terbesar di dunia yang berada di Purworejo dan lain sebagainya. Untuk harga produk kerajinan dari limbah kertas itu berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 300.000.
![]() Salah satu hasil kerajinan dari limbah kertas di Purworejo Foto: Rinto Heksantoro/detikcom |
"Ada juga bentuk lainnya seperti perabotan rumah tangga, vas bunga guci dan lain-lain. Untuk produk yang cukup banyak diminati adalah bonsai," lanjut Bambang.
Hasil kreasi unik dalam berbagai bentuk itu rata-rata terbuat dari kertas koran bekas. Sebelum dibentuk sesuai keinginan, koran dipotong-potong dan dipilin membentuk tongkat kecil dan panjang.
![]() Salah satu hasil kerajinan dari limbah kertas di Purworejo Foto: Rinto Heksantoro/detikcom |
Produk komunitas itu tidak hanya dipasarkan di Purworejo dan sekitaranya namun hingga kota-kota besar lainnya bahkan sampai luar jawa. Bambang pun bahkan sering menolak pesanan karena kewalahan.
![]() Beberapa hasil kerajinan dari limbah kertas di Purworejo Foto: Rinto Heksantoro/detikcom |
"Yang pesan ya ada dari Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Sumatera hingga Kalimantan. Banyak pesenan juga yang kami tolak karena keterbatasan waktu dan tenaga," imbuhnya.
Tidak hanya membuat kerajinan dari kertas, komunitas tersebut juga memberikan pelatihan bagi siapa saja yang ingin belajar memanfaatkan limbah kertas. Selama ini, mereka juga sibuk memberikan pelatihan untuk sekolah-sekolah, PKK, karang taruna, bahkan workshop untuk masyarakat umum.
![]() Proses pembuatan kerajinan dari limbah kertas di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom |
"Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar bersama kami. Selama ini kegiatan pelatihan sudah berjalan diperbagai kota dan daerah di Indonesia seperti di Padang, Palembang, Lampung, Kalimantan, Kebumen, Yogya, Surabaya, NTT dan daerah-daerah lainnya, nanti tanggal 12 Mei kami meluncur ke Tegal karena ada pelatihan di sana," pungkasnya.
(detik.com) Lifestyle
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J



