Kenali Orang-Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri
Minggu, 13 Sep 2015 18:51
"Faktor risiko bunuh diri sangat kompleks. Keinginan bunuh diri sifatnya impulsif, membuat seseorang nekat bertindak tanpa berpikir rasional," kata dr Albert Maramis, SpKJ dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jumat (11/9/2015).
Kecenderungan bunuh diri, menurut survei WHO, meningkat pada orang dengan gangguan kejiwaan, ekonomi rendah, pengalaman kekerasan, bencana alam, dan diskriminasi. Kecenderungan ini juga bisa dikenali dengan ciri-ciri atau gejala, seperti yang akan dijabarkan berikut ini.
Perubahan sikap dan emosi
Perubahan sikap maupun tingkah laku yang negatif bisa meningkatkan risiko bunuh diri. Jika sebelumnya seseorang dikenal sebagai sosok yang ceria dan terbuka, perubahan mereka menjadi pendiam, gelisah, cepat marah, sedih bisa mengarah pada perilaku impulsif seperti bunuh diri.
Membicarakan masalah kematian dan perpisahan
Seseorang yang berpikir untuk bunuh diri bisa mulai membicarakan masalah kematian atau perpisahan. Ini bisa diungkapkan dengan kata-kata yang tersirat langsung atau melalui hal yang dibagikan di media sosial.
Saat kita mendeteksi perilaku tersebut pada orang yang dikenal, pendekatan yang baik untuk membuat mereka berani bercerita bisa dilakukan. Bahkan, bertanya tentang keinginan mereka untuk bunuh diri bisa dilakukan bila mereka sudah terbuka, kata dr Albert.
Menyakiti diri sendiri
Menolak makan, menyiksa diri dengan benda tajam, meracuni diri sendiri dengan sengaja termasuk percobaan bunuh diri. Gejala ke arah percobaan bunuh diri menunjukkan bahwa masalah seseorang sudah cukup berat. Sekalipun selamat, orang-orang terdekat harus waspada untuk kemungkinan lain dan segera mencari pertolongan.
Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe
Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya
JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa
Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan
JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja
Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial
JAKARTA - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya
Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka