Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Kenali Orang-Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri

Kenali Orang-Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri

Minggu, 13 Sep 2015 18:51
BUNUH diri memang merupakan salah satu cara termudah untuk mengakhiri hidup. Akan tetapi, ini tidak seharusnya terjadi dan dihindari dengan memahami berbagai kecenderungan yang mengarah pada percobaan bunuh diri.
 

"Faktor risiko bunuh diri sangat kompleks. Keinginan bunuh diri sifatnya impulsif, membuat seseorang nekat bertindak tanpa berpikir rasional," kata dr Albert Maramis, SpKJ dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jumat (11/9/2015).

Kecenderungan bunuh diri, menurut survei WHO, meningkat pada orang dengan gangguan kejiwaan, ekonomi rendah, pengalaman kekerasan, bencana alam, dan diskriminasi. Kecenderungan ini juga bisa dikenali dengan ciri-ciri atau gejala, seperti yang akan dijabarkan berikut ini.

Perubahan sikap dan emosi

Perubahan sikap maupun tingkah laku yang negatif bisa meningkatkan risiko bunuh diri. Jika sebelumnya seseorang dikenal sebagai sosok yang ceria dan terbuka, perubahan mereka menjadi pendiam, gelisah, cepat marah, sedih bisa mengarah pada perilaku impulsif seperti bunuh diri.

Membicarakan masalah kematian dan perpisahan

Seseorang yang berpikir untuk bunuh diri bisa mulai membicarakan masalah kematian atau perpisahan. Ini bisa diungkapkan dengan kata-kata yang tersirat langsung atau melalui hal yang dibagikan di media sosial.

Saat kita mendeteksi perilaku tersebut pada orang yang dikenal, pendekatan yang baik untuk membuat mereka berani bercerita bisa dilakukan. Bahkan, bertanya tentang keinginan mereka untuk bunuh diri bisa dilakukan bila mereka sudah terbuka, kata dr Albert.

Menyakiti diri sendiri

Menolak makan, menyiksa diri dengan benda tajam, meracuni diri sendiri dengan sengaja termasuk percobaan bunuh diri. Gejala ke arah percobaan bunuh diri menunjukkan bahwa masalah seseorang sudah cukup berat. Sekalipun selamat, orang-orang terdekat harus waspada untuk kemungkinan lain dan segera mencari pertolongan.

(okezone)
Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor