food
Masakan Ibu yang Dikangenin Anak Rantau
Jumat, 22 Des 2017 06:58
TINGGAL jauh dari orangtua, pasti akan merasa rindu dengan masakan ibu di rumah. Hal ini paling sering dialami oleh anak rantau yang jarang pulang demi mencari nafkah di kota-kota besar seperti Jakarta.
Meskipun sederhana, masakan ibu selalu menyuguhkan cita rasa yang berbeda, seolah tidak ada tandingannya. Mungkin karena dibuat dengan kasih sayang dan penuh cinta.
Nah, dalam rangka memperingati Hari Ibu Nasional yang jatuh pada hari ini, Jumat (22/12/2017), Okezone berhasil melakukan wawancara khusus kepada sejumlah koresponden, untuk mengetahui menu makanan apa saja yang bikin mereka kangen ibu di rumah.
Sambal
"Makanan yang bikin kangen rumah itu olahan sambal ibuku. Katanya, ia pertama kali mendapatkan resep sambal itu dari acara masak Rudi Choirudin. Bahan dasarnya terdiri dari bawang daun, tomat, dan cabai rawit hijau. Cabainya tidak boleh digoreng terlalu lama atau jangan sampai kulitnya pecah. Rasa sambalnya seger banget, terus masih terasa tekstur cabai dan tomatnya," papar Lely saat ditemui Okezone, di bilangan Jakarta Pusat, Kamis 21 Desember 2017.
Saking lezatnya, racikan sambal tersebut menjadi menu favorit keluarga besar dan teman-teman Lely ketika berkunjung ke rumahnya. Ia menambahkan, biasanya mereka menyantap sambal itu bersama tumis kangkung, ikan atau ayam goreng, lalapan, dan jengkol goreng.
Nasi Megono
"Gue paling kangen sama makanan tradisional kampung gue di Pekalongan, namanya nasi megono. Bentuknya hampir sama kayak gudeg, tapi hidangan ini lebih didominasi nangka muda yang telah dicampurkan parutan kelapa dan sedikit bumbu rempah-rempah. Rasanya gurih dan sedap banget. Paling enak dimakan sama mendoan dan teh poci. Ibu gue biasanya masak nasi megono untuk dijadikan menu sarapan," tutur Wawan.
Tahu Tempe Kecap
"Aku paling suka dimasakin tahu tempe kecap. Kalau di Jakarta itu mungkin kayak orek tempe gitu. Meski terdengar sederhana, tapi enggak tahu kenapa masakan ibu itu rasanya beda. Padahal makanannya simple dan bisa dibikin sendiri. Makanan ini selalu aku request setiap mudik ke Mojokerto. Walaupun liburnya seminggu, biasanya ibuku selalu memasak hidangan tersebut meski hanya untuk menu 1 hari saja," ujar Lidya.
Pais burih dan Angeun Lada"Setiap pulang kampung gue selalu minta dimasakin pais burih. Makanan ini merupakan salah satu kuliner khas Banten yang bentuknya seperti nasi bakar. Isiannya banyak banget. Ada yang pake ati ampela, daging ayam, daun salam, sereh, dan kemangi. Bumbunya juga menggunakan kunyit jadi rasanya gurih-gurih seger," kata Tauhid.
Selain Pais Burih, Tauhid mengatakan bahwa olahan angeun lada juga menjadi salah satu makanan favoritnya yang selalu ia cari ketika berada di kampung halaman. Hidangan ini terdiri dari potongan daging kerbau yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah, lalu ditambahkan beberapa makanan pelengkap seperti irisan wortel, kacang panjang, atau jagung.
"Rasanya seger-seger pedes, cocok banget buat angetin badan di musim hujan," tukasnya.
(okezone.com)
Lifestyle
Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe
Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya
JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa
Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan
JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja
Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial
JAKARTA - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya
Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka