Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Mau Cepat Punya Momongan? Konsumsi Makanan Ini Meningkatkan Peluang Hamil

Lifestyle

Mau Cepat Punya Momongan? Konsumsi Makanan Ini Meningkatkan Peluang Hamil

Sabtu, 26 Mei 2018 09:01
Ilustrasi

SETIAP pasangan suami istri tentu mendambakan kehadiran sang buah hati untuk menghangatkan suasana rumah, dan membuat hubungan menjadi lebih harmonis. Nah, jika Anda sedang menerapkan program kehamilan, sebuah penelitian menemukan bahwa pasangan yang mengonsumsi makanan luat cenderung memiliki aktivitas seksual yang lebih maksimal, atau dengan kata lain memiliki peluang lebih cepat untuk hamil.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menyatakan, di antara para partisipan, 92 persen pasangan yang mengonsumsi makanan laut lebih dari dua kali seminggu, memiliki kemungkinan hamil di akhir tahun, dibandingkan pasangan yang mengonsumsi sedikit makanan laut.

"Studi kami menunjukkan makanan laut memiliki banyak manfaat bagi sistem reproduksi, termasuk mepercepat kehamilan," kata salah seorang peneliti, Audrey Gaskins dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, di Boston.

Lebih lanjut Audrey menjelaskan, studi yang dilakukan oleh timnya juga menemukan bahwa pasangan yang mengonsumsi lebih dari dua porsi makanan laut per minggu ketika sedang menjalankan program kehamilan, memiliki frekuensi hubungan seksual yang lebih tinggi. Untuk mempertegas penelitian tersebut, para ahli memeriksa 500 pasangan guna mengetahui lebih lanjut hubungan antara makanan laut dan waktu kehamilan.

Para peserta diminta mencatat asupan makanan laut dan aktivitas seksual mereka dalam jurnal harian. Hubungan antara makanan laut dan waktu kehamilan yang lebih cepat memang tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas seksual yang lebih sering, namun ada beberapa faktor biologis lainnya. Misalnya kualitas air mani dan kualitas embrio.

Selama ini makanan laut diketahui sebagai sumber protein dan nutrisi penting yang sangat baik bagi para wanita hamil. Tetapi kekhawatiran akan kandungan merkurinya telah menyebabkan sejumlah orang menghindari konsumsi ikan ketika mencoba untuk hamil.

Sebelumnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Austism tidak menemukan bukti pendukung, bahwa merkuri pada ikan dapat memicu perkembangan autisme atau sifat autistik pada bayi yang baru lahir.

"Hasil penelitian kami menekankan pentingnya diet makanan laut agar diterapkan oleh kedua pasangan untuk mendapatkan manfaat kesuburan maksimal," tukas Gaskins.

(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.