Keluarga
Mengenal Khalid Bin Walid Jenderal Perang `Pedang Allah`
Selasa, 29 Mei 2018 09:41
UMAT Muslim memiliki sederet nama pahlawan yang berjasa dalam peperangan di masa lalu. Sayangnya, tidak semua anak dan masyarakat yang beragama Islam mengenal nama-nama pahlawan Muslim.
Salah satu tokoh pahlawan tersebut adalah Khalid Bin Waleed r.a, yang merupakan jenderal perang yang paling disegani pada masanya. Melansir dari laman The Revival, Khalid mulanya tidak beragama Islam dan bahkan pernah berperang melawan umat Muslim.
Singkat cerita, setelah memeluk agama Islam, Khalid pun berbalik, berjuang dengan berani, dan menyebarkan agama Islam di Irak dan Suriah. Pada masa peperangan dahulu, Khalid memerintahkan tentara Muslim untuk berperang melawan dua negara besar, Persia dan Bizantium.
Kepiawaian Khalid semakin cemerlang tatkala dia membunuh seorang jenderal Persia dalam pertarungan satu lawan satu untuk merebut Irak dan Persia. Hebatnya lagi, sumber menuliskan, Khalid bahkan bisa mengalahkan seorang pria yang juga berasal dari Persia, yang terkenal dengan kekuatan super a thousand men.
Kehebatan Khalid dalam berperang tidak cukup sampai di situ saja, sebab sebelum menjadi Muslim Khalid juga menjadi salah satu sosok yang dihormati di antara kaum Quraisy. Dalam perang Uhud, Khalid menggantikan ayahnya yang menjadi pemimpin Quraisy dan menyelamatkan kaumnya dari kekalahan dari umat Muslim. Saat pertempuran Palung, Khalid kembali harus melawan umat Islam.
Ketertarikan Khalid pada agama Islam muncul ketika dia melihat umat Muslim mulai datang ke Mekah untuk berhaji. Khalid menyaksikan sendiri betapa mulia dan baiknya umat Muslim dan hal inilah yang meluluhkan hatinya. Dia pun melihat perubahan yang luar biasa karena masuknya agama Islam.
Akhirnya, Khalid pun meninggalkan Mekah dan menuju Madinah untuk memeluk agama Islam. Saat dalam perjalanannya, Khalid bertemu dengan Nabi Muhammad saw, dan meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya di masa lalu. Khalid meminta nabi untuk berdoa pada Allah agar memaafkan kesalahannya.
Perang Mauta menjadi salah satu peperangan yang dihadapi Khalid setelah memeluk Islam. Oleh karena tiga komandan Muslim tewas secara bergantian, Khalid pun mengambil alih komando dan tetap berjuang meskipun keadaan kian memburuk.
Saat bertempur kala itu, Khalid harus merelakan sembilan pedangnya patah. Kemudian, tanpa diduga Khalid menarik mundur pasukannya, agar selamat dan tidak dibunuh. Atas keputusannya ini Khalid pun diberi gelar Saifullah yang artinya pedang Allah.
Kehebatan, keberanian, dan kekuatan yang dimiliki Khalid membuat dirinya dijuluki 'penakluk' oleh beberapa umat Muslim. Khalid juga dikenal sebagai orang yang ahli dalam mengatur strategi dan pejuang yang berani.
(okezone.com)
Lifestyle
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J