Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Mitos dan Fakta Terkait Kacang Kedelai, Proteinnya Sama dengan Steak Loh

Lifestyle

Mitos dan Fakta Terkait Kacang Kedelai, Proteinnya Sama dengan Steak Loh

Rabu, 30 Mei 2018 09:22
Ilustrasi Kacang Kedelai.

SEKARANG ini semakin banyak orang yang memasukkan kacang kedelai ke menu diet harian. Kacang ini dianggap sehat dan membawa banyak manfaat. Walau begitu, masih ada sejumlah mitos yang membuat beberapa orang ragu memakannya.

Kacang kedelai termasuk dalam jenis protein nabati. Beberapa orang ada yang mengolahnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, hingga miso. Melihat dari olahannya, dahulu memang kacang ini menjadi makanan andalan dan makanan pokok di Asia.

Tapi, sudah banyak masyarakat dunia yang mengonsumsinya. Malah ada yang menganggap kacang kedelai. Menurut ahli gizi Rhiannon Lambert, kacang kedelai adalah sumber protein yang baik karena kandungan nutrisinya lengkap.

"Tidak seperti kebanyakan protein nabati, kacang kedelai mengandung semua asam amino esensial yang harus diperoleh tubuh. Secangkir kacang kedelai yang dimasak mengandung sekitar 22 gram protein, hampir sama dengan porsi steak," ungkapnya seperti yang dikutip dari Independent.

Lebih lanjut Rhiannon menjelaskan, jika kacang kedelai mengandung fitoestrogen. Kandungan tersebut dapat mencegah efek samping kelebihan estrogen dalam tubuh serta membantu menyeimbangkan kadar estrogen dan progesteron. Selama ini memang timbul ketakutan bila kacang kedelai dapat membuat pria memiliki payudara yang bertumbuh.

"Hal itu sama sekali tidak benar. Kacang kedelai mengandung nol estrogen dan tidak ada bukti yang menunjukkan jika kacang tersebut dapat mengganggu perkembangan seksual atau mengurangi tingkat testosteron pria. Malah senyawa-senyawa dalam kedelai adalah antioksidan kuat yang memberi efek positif dalam perlindungan terhadap penyakit," jelas Rhiannon.

Mitos lain yang masih menimbulkan keresahan adalah kacang kedelai dapat menyebabkan kanker. Kebingungan terjadi karena dinilai senyawa pada kedelai dapat meniru estrogen dalam tubuh yang berkaitan dengan kanker.

"Namun nyatanya, di Asia timur dimana kedelai dikonsumsi paling banyak, tingkat kanker payudara, kanker prostat, penyakit kardiovaskular, dan fraktur tulang lebih sedikit," papar Rhiannon.

Secara keseluruhan, dirinya percaya jika produk dari kacang kedelai bergizi, lezat, dan membantu tubuh untuk mencapai pola makan nabati. Pada dasarnya untuk setiap studi yang menunjukkan gangguan dari kedelai atau gangguan hormonal, terdapat pula penelitian yang menunjukkan manfaatnya.

"Secara pribadi, produk kedelai yang difermentasi seperti miso dan beberapa kacang edamame tidak menyebabkan masalah pada tubuh," pungkasnya.

(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.