Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Nggak Bisa Stop Scroll Medsos Seharian? Bisa Jadi Ini Pemicunya

Lifestyle

Nggak Bisa Stop Scroll Medsos Seharian? Bisa Jadi Ini Pemicunya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 06 Sep 2025 16:15
Detiknews.com
Seorang pakar telah menguraikan alasan ilmiah di balik orang yang tidak pernah berhenti bermain atau 'scroll' media sosial. Misalnya sering memutar ulang Instagram Story milik sendiri daripada orang lain.

Terkadang orang juga merasa cemas apakah postingannya cukup 'estetis', sampai akhirnya mempostingnya. sampai beberapa detik kemudian, muncul banyak like dan komentar dari teman mutual di media sosial.

Tanpa sadar, seseorang akan menunggu lebih banyak lagi yang masuk dan begitu terus siklusnya.

Hal itu sama dengan menggulir atau scroll media sosial tanpa berpikir menghabiskan beberapa menit atau berjam-jam. Bahkan menyerap beberapa konten paling membosankan di internet.

Namun, rasanya masih menyenangkan, bahkan bagi beberapa orang terlalu menyenangkan. Jadi, kenapa seseorang bisa tidak pernah berhenti scroll media sosial?

Rob Phelps dari Digital PR menjelaskan bawa keinginan kita untuk mendapatkan like atau suka berakar pada biologi dan kebutuhan mendalam. Tetapi, itu masih manusiawi karena beberapa orang membutuhkan pengakuan.

Malah, media sosial telah meningkatkan kebutuhan kita akan validasi. Kita bisa mendapatkannya di ujung jari, di mana pun kita berada dan apa saja yang kita lakukan.

Meskipun sensasi itu terasa adiktif, saat itu juga media sosial hadir dengan sisi yang jauh lebih gelap. Lantas, mengapa kita selalu scroll media sosial?

Lingkaran Dopamin
Ketika seseorang menerima suka atau komentar, otak akan melepaskan dopamin. Itu merupakan zat kimia pemicu rasa senang, yang memberikan imbalan atas pengalaman yang menyenangkan.

Rasa senang ini sama seperti yang didapatkan saat membeli sesuatu yang baru, makan permen, atau mendengar kabar dari orang yang disukai. Tetapi, imbalan ini (kebanyakan) dapat diprediksi, sedangkan validasi media sosial tidak bisa.

Ketidakpastian itulah yang memicu zat adiktif. Antisipasinya sering kali sama kuatnya dengan imbalan itu sendiri. Hal itu membuat seseorang terpaku pada ponsel dan terus-menerus menggulir media sosial untuk mencari dopamin.

"Suka dan komentar telah menjadi 'mata uang' baru bukti sosial," terang Rob yang dikutip dari Unilad.

"Ini bukan hanya terlihat seperti seseorang menikmati konten Anda. Ini sebenarnya bertindak sebagai papan skor publik untuk pengaruh, nilai, dan rasa memiliki. Itulah mengapa banyak dari kita merasa perlu menghapus postingan jika tidak memiliki 'kinerja baik' atau menikmati peningkatan kepercayaan diri saat sebuah reel atau foto mendapatkan lebih banyak reaksi," jelasnya.

Sebab, suka dan komentar yang diberikan orang-orang dapat memberikan bobot tambahan, sehingga orang lain juga melihat validasi yang diterima.

Jebakan Perbandingan
Sisi gelap validasi adalah bagaimana orang membandingkan sesuatu yang mereka anggap 'lebih baik'. Penelitian menunjukkan bahwa membandingkan tingkat keterlibatan daring meningkatkan perasaan cemas dan rendah diri.

"Anda bisa mengunggah gambar yang Anda sukai, dan gambar itu mendapatkan 20 likes. Tetapi, teman-teman Anda mengunggah gambar yang serupa dan mendapatkan like lebih banyak," beber Rob.

"Otak Anda langsung tahu itu hanyalah angka di layar. Tetapi, secara emosional, itu bisa terasa seperti penolakan," sambungnya.

Rob mengungkapkan hal itu membuat rasa berharga diri sendiri cepat berkurang karena orang lain menerima interaksi yang lebih nyata. Jebakan ini tidak hanya mempengaruhi remaja atau pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mempengaruhi siapa pun yang menggunakan platform digital, mulai dari orang tua hingga profesional.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:14

    Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad Kembali Ukir Prestasi, Gagalkan Penyelundupan 21,4 Kg Sabu dan Amankan WNA di Entikong

    Entikong - Satgas Pamtas RIâ€"Malaysia Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad kembali menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika. Personel P

  • Sabtu, 13 Jun 2026 18:13

    Taekwondo Indonesia Loloskan 3 Atlet ke Asian Games Nagoya 2026, Siap Tantang Raksasa Asia

    Jakarta - Tidak semua kemenangan diumumkan dari atas podium. Sebagian datang lebih dahulu melalui lembar hasil pertandingan, akumulasi poin, dan keputusan resmi yang memastikan sebuah negara berhak me

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:24

    Liquid Narkoba Beredar di Pekanbaru, dr. Nining: Jangan Pernah Mencoba Kalau Tidak Mau Kecanduan

    Jangan pernah mencoba, sebab isi pod getar bukan seperti vape yang isinya hanya sekadar nikotin.Tapi pod getar ini memang dikaitkan dengan zat yang isi di dalamnya itu adalah mengandung etomidat.Sekar

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:06

    Antusias Warga dan Personel Polling Dukung Tim Jagoan,

    PEKANBARU - Antuasias Piala Dunia 2026 tampak di seluruh Polsek Polres Dumai, Sabtu (13/6/2026).Bersama dengan warga, semangat perhelatan sepakbola dunia empat tahunan tersebut begitu terasa lewat keg

  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.