Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Selain Perbanyak Amal dan Ibadah, Ini Pentingnya Berhijrah di Bulan Ramadan

Lifestyle

Selain Perbanyak Amal dan Ibadah, Ini Pentingnya Berhijrah di Bulan Ramadan

Senin, 21 Mei 2018 09:25
Ilustrasi

DI bulan Ramadan ini semua umat Muslim diajak untuk lebih sering berbuat amal kebaikan dan perbanyak ibadah. Konon di bulan penuh berkah ini pahalanya menjadi lebih besar. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah berhijrah.

Hijrah memiliki arti berpindah atau berubah. Untuk melakukannya tidak hanya sebatas dari segi penampilan, akan tetapi juga dalam perbuatan.

"Awal kata berhijrah itu mulai dikenal saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Sekarang hijrah tidak hanya sekadar berpindah dari segi fisik, tapi dari yang belum baik menjadi baik atau mungkin dari yang tadinya banyak bandelnya sekarang jadi lebih baik," terang Ustadzah Hj. Syifa Fauzia, M.Art saat ditemui dalam sebuah acara, Jumat, 18 Mei 2018 di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Ustadzah Syifa menjelaskan bila kata hijrah banyak digunakan atau diartikan sebagai proses insyaf seseorang dalam hal keimanan. "Contoh, dari yang tadinya belum berkerudung menjadi berkerudung. Dari yang belum memgetahui makna keimanan sekarang lebih mendalami," imbuhnya.

Bentuk hijrah bisa bermacam-macam. Akan tetapi, menurut ustadzah yang juga Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim ini, bentuk hijrah yang paling benar adalah merasakan suatu komitmen dalam diri, dari yang belum baik menjadi lebih baik atau sudah baik menjadi lebih baik lagi. Selain itu, berhijrah juga menjadi lebih baik bila dilakukan pada saat bulan Ramadan.

"Sangat sia-sia kalau tidak ada perbaikan dalam ibadah dan keimanan. Apapun yang kita hadapi, kita lakukan dalam keseharian mudah-mudahan dapat menambah keimanan terutama ketaqwaan di bulan Ramadan. Jangan lupa waktu di bulan Ramadan banyak yang bisa digunakan untuk lebih baik," ujar Ustadzah Syifa.

Salah satu cara mudah untuk mulai berhijrah adalah menggunakan produk halal termasuk untuk membersihkan gigi. Selama ini, tentu di antara Anda menggunakan pasta gigi untuk membuat gigi terbebas dari kotoran. Akan tetapi tahukah Anda bila Nabi Muhammad SAW membersihkan gigi menggunakan siwak atau ranting dari pohon ara?

"Siwak itu sendiri banyak dipakai oleh banyak orang dan dapat digunakan di mana saja. Bahkan ada hadits yang mengatakan 'Bersiwaklah sebelum salat', itu artinya minimum 5 kali sehari kita menggunakan siwak. Menggunakan siwak untuk membersihkan gigi suatu perpaduan di mana kita mendekatkan diri dengan hadits nabi dan bisa digunakan untuk diri sendiri," pungkas Ustadzah Syifa.

(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.