Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Terlalu Banyak Ikut Ekstrakurikuler Malah Berbahaya untuk Anak, Kok Bisa?

Lifestyle

Terlalu Banyak Ikut Ekstrakurikuler Malah Berbahaya untuk Anak, Kok Bisa?

Jumat, 18 Mei 2018 09:18

PERKEMBANGAN zaman yang cepat membuat persaingan semakin ketat, baik dari segi pekerjaan maupun yang lainnya. Akibatnya, tidak jarang parang orangtua pun menambahkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler bagi anaknya.

Padahal, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Olahraga, Pendidikan, dan Masyarakat", terlalu banyak memberi beban pada anak Anda dengan kegiatan ekstrakurikuler, malah menghasilkan efek negatif lebih besar dibandingkan efek positif.

Bahkan, aktivitas yang padat setelah kegiatan akademi tersebut dapat memengaruhi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas anak-anak, sekira 88 persen, memiliki kegiatan yang ekstrakurikuler empat hingga lima hari per minggu, dengan 58 persen memiliki kegiatan ekstrakurikuler lebih dari satu dalam satu hari.

Biasanya, ekstrakurikuler mendominasi dalam kehidupan si anak, terutama jika keluarga tersebut memiliki lebih dari satu anak. Akibatnya, mereka pun tidak memiliki waktu bersama yang berkualitas dengan keluarga. Selain itu, akibat padatnya kegiatan tersebut, uang dan energi akan cepat terkuras.

"Orangtua yang mendorong dan memfasilitasi anak-anak mereka dalam sebuah kegiatan, menunjukkan bahwa mereka adalah 'orangtua yang baik'," kata peneliti utama dari Edge Hill University di Inggris, Sharon Wheeler, seperti dilansir dari situ thehealthsite.

"Namun, penelitian kami menyoroti bahwa kenyataannya bisa agak berbeda. Meskipun anak-anak mungkin mengalami beberapa manfaat, tapi kegiatan yang sibuk dan terorganisir dapat memberikan tekanan yang besar pada keuangan orang tua dan hubungan keluarga, serta berpotensi membahayakan perkembangan dan kesejahteraan anak-anak, "tambah Wheeler.

Oleh karena itu, menurutnya harus ada keseimbangan yang sehat antara kegiatan ekstrakurikuler dengan waktu keluarga. Tidak selamanya kesibukan anak Anda dengan kegiatan ekstrakulikuler akan baik bagi perkembangan dan mental mereka.(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.