Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Ternyata, ini alasan mengapa bayi tersenyum pada Anda

Lifestyle

Ternyata, ini alasan mengapa bayi tersenyum pada Anda

Selasa, 08 Mei 2018 11:31
merdeka.com
Ilustrasi bayi tersenyum.

Karena belum bisa bicara bayi menggunakan senyum, tawa, dan tangisan ketika berkomunikasi dengan orang dewasa. Namun, belum ada yang tahu persis arti dari setiap bentuk komunikasi bayi itu.

Namun, sebuah penelitian baru-baru ini menguak bahwa bayi tersenyum ketika berinteraksi pada orang lain ternyata bukan tanpa tujuan. Mereka melakukan itu untuk membuat orang lain ikut tersenyum.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam PLOS ONE melibatkan ilmuwan komputer, ahli robot, dan psikolog untuk melihat tentang hal tersebut.

Dikutip dari UC San Diego News Center pada Senin (7/5/2018), bayi tersenyum dengan waktu yang sangat tepat. Seperti komedian yang membuat lelucon untuk memaksimalkan respons penonton. Namun yang membedakannya adalah bayi melakukan ini sambil tersenyum sesedikit mungkin.

Pendekatan ini juga merupakan yang pertama kalinya diuji. Studi ini didanai oleh National Science Foundation untuk menggunakan robot demi memahami perkembangan manusia. Percobaan ini memberikan psikolog sebuah alat, untuk mempelajari komunikasi non-verbal pada anak dan orang dewasa, seperti mereka dengan autisme.

Untuk memverifikasi temuan mereka, para peneliti memprogram robot balita untuk berperilaku sesuai apa yang mereka pelajari. Benda ini berinteraksi dengan para mahasiswa. Mereka memperoleh hasil yang sama.

Robot itu meminta mahasiswa tersenyum sebanyak mungkin, sambil memberikan senyum sesedikit mungkin.

"Jika Anda pernah berinteraksi dengan bayi, ada kecurigaan bahwa mereka melakukan sesuatu ketika mereka tersenyum. Mereka tidak hanya melakukan itu secara acak," kata Javier Movellan, ilmuwan di Machine Perception Laboratory di University of California, San Diego, dan salah satu penulis studi tersebut.

Bayi memiliki tujuan

Para peneliti sendiri menggunakan data dari studi sebelumnya, yang melihat interaksi tatap muka dari 13 pasang ibu dan bayi di bawah usia empat bulan.

"Kami pikir bayi-bayi itu tidak memiliki tujuan atau hanya saling tersenyum," kata Paul Ruvolo, seorang profesor di Olin College of Engineering dan alumnus Jacobs School of Engineering di UC San Diego.

"Apa yang membuat penelitan kami unik adalah, pendekatan untuk mempelajari interaksi bayi dan orangtua sebelumnya pada dasarnya menggambarkan pola," kata rekan penulis studi Dan Messinger dari University of Miami.

"Tapi kita tidak bisa mengatakan apa yang ibu dan bayi coba dapatkan dalam interaksi. Di sini, kita menemukan bahwa bayi memiliki tujuan mereka sendiri dalam interaksi bahkan sebelum usia empat bulan," tambahnya.


(Merdeka.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.