Rabu, 24 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Tips Berbuka yang Sehat, Pilih Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Lifestyle

Tips Berbuka yang Sehat, Pilih Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Senin, 28 Mei 2018 14:08
Shutterstock
Ilustrasi

BULAN puasa merupakan bulan yang sangat dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Sebab, pada bulan suci ini, masyarakat banyak melakukan hal-hal baik, baik dalam ibadah maupun asupan makanannya.

Selain religius, puasa juga banyak manfaatnya dari sudut pandang kesehatan. Puasa bisa meningkatkan daya serap makanan, menyeimbangkan kadar asam dalam tubuh, meremajakan sel-sel, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ahli gizi dan kedelai dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Made Astawan mengatakan saat puasa lebih dari 12 jam, tubuh kita tidak menerima asupan makanan apa pun sehingga kadar gula darah dalam tubuh menurun. Itu sebabnya saat berbuka, kita butuh asupan makanan agar gula darah bisa normal kembali.

"Akan tetapi, masih banyak masyarakat saat ini belum mengetahui asupan makanan yang baik saat berbuka. Sebaiknya kita memilih minuman yang manis saat berbuka agar kadar gula darah meningkat setelah turun secara cepat karena berpuasa. Setelah itu, baru kita memilih camilan atau snack. Untuk camilan, pilihlah yang memiliki glikemiks indeks (GI) rendah. Makan dengan GI rendah akan mencegah kita tidak kalap saat berbuka puasa," ucapnya.

Glikemik indeks (GI) adalah angka atau peringkat pada suatu makanan yang berkarbohidrat berdasarkan kenaikan gula darah sesaat setelah kita mengonsumsi makanan tersebut. Angkanya berkisar antara 0-100.

Kolak buka puasa. Foto Kokiresep

"Semakin rendah Gl, semakin lambat pula peningkatan kadar gula darah setelah kita mengonsumsinya. Selain itu, makanan rendah GI bisa membuat kita kenyang lebih lama karena dicerna perlahan dalam tubuh," beber Made.

Keuntungan lain mengonsumsi makanan rendah GI adalah mengenyangkan. Maka itu, makanan jenis ini bisa mencegah kelebihan berat bagi penderita obesitas dan memberi pelepasan energi yang lambat, tetapi bagus bagi tubuh. Makanan rendah GI merupakan suatu cara pilihan yang baik untuk mengatur berat badan.

GI dikategorikan menjadi dua. Pertama, karbohidrat yang memiliki GI tinggi akan diuraikan secara cepat di saluran pencernaan sehingga menaikan kadar gula darah secara cepat dan tinggi. Kedua, karbohidrat yang memiliki GI rendah akan diurai secara lambat karena adanya pelepasan gula ke aliran darah secara perlahan.

"Pentingnya makanan yang mengandung GI rendah saat berbuka mampu membantu mengendalikan nafsu makan yang berlebihan karena dicerna secara perlahan sehingga membuat kita kenyang lebih lama.

Salah satu makanan yang mengandung GI rendah adalah kedelai, sehingga baik dikonsumsi sehari-hari sebagai kedelai utuh maupun olahannya. Selain rasanya yang enak, manfaat kedelai juga sangat banyak," papar Made.

Kandungan yang terdapat dalam kedelai di antaranya protein, vitamin dan mineral, asam lemak tak jenuh, isoflavon, prebiotik, serat pangan sehingga kedelai sangat berperan penting dalam pengembangan pangan fungsional.

"Buah-buahan hampir semua rendah IG, seperti jeruk, apel, tomat, pir, lalu bijibijian utuh, kacang, dan sayur sangat bagus dikonsumsi saat puasa. Namun, dari semua kacang, kedelai yang bagus karena kedelai dapat memproteksi jantung dan mengandung omega 6, hampir setara produk hewani. Asam aminonya juga komplet, mengandung dietary fiber juga untuk mencegah kanker usus besar. Tempe dan tahu yang merupakan bahan dari kedelai untungnya sudah menjadi budaya dan bukan hal baru di Indonesia," ucap Made.

Dia menambahkan bahwa makanan yang berbasis kedelai mampu membuat rasa kenyang lebih lama sehingga kita dapat mengatur berat badan secara ideal. Hindari juga pola makan tidak sehat, makanan tinggi kalori, tinggi gula, tinggi lemak, tinggi garam, dan rendah serat.

(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.