Fasion
Waspada, Air Mengandung Zat Besi Bikin Kulit Kusam
Senin, 11 Jul 2016 10:12
AIR adalah komponen penting untuk mempercantik dan membersihkan kulit. Namun, tidak semua air memiliki zat yang baik untuk kulit.
Terutama untuk air yang banyak mengandung zat besi. Tentu saja air tersebut tidak baik dipakai untuk menjaga kebersihan kulit. Bahkan, hal itu dapat membuat kulit menjadi rusak dan kusam.
"Ini bisa merusak kulit. Sama halnya kandungan logam pada bahan mercure," tutur dr. Rizal Alaydrus kepada Okezone di Jakarta.
Menurutnya, kandungan zat besi yang ada dalam air keruh sama halnya dengan kandungan mercure. Oleh karena itu, kulit akan mudah untuk menua, kusam, dan bruntusan.
"Iya kandungan zat logam bisa merusak kulit, terutama untuk kandungan yang mengandung konsentrasi yang tinggi," tutup dr. Rizal. (okezone.com)
Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan
JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe
Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya
JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa
Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan
JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja
Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial
JAKARTA - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya
Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka