- Home
- Lingkungan
- BPBD Riau Sebut Banjir di Sejumlah Daerah Masih Bisa Ditangani Pihak Kabupaten
BPBD Riau Sebut Banjir di Sejumlah Daerah Masih Bisa Ditangani Pihak Kabupaten
Admin
Senin, 30 Nov 2020 13:41
PEKANBARU - Hingga kini, hujan masih membasahi Provinsi Riau.
Berdasarkan perkiraan dari BMKG stasiun Pekanbaru, musim hujan ini di Provinsi Riau masih terjadi hingga akhir tahun mendatang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edward Sanger, Minggu (29/11/2020) mengatakan, pihaknya terus mengawasi dan memetakan beberpa daerah yang rawan bencana.
Baik bencana banjir maupun longsor akibat musim hujan.
Dari informasi yang diterima BPD Riau, untuk sementara kejadian bencana akibat musim hujan hingga kini masih bisa ditangani oleh pihak BPBD dan pihak terkait lainya di kabupaten kota di Riau.
Di antaranya terkait bencana banjir yang artinya belum begitu berat dan masih terkendali sebagaimana mestinya.
"Kalau sesuai koordinasi memang ada beberapa kabupaten kota yang mengalami banjir, seperti Pelalawan dan Kampar serta di Kuansing," ujarnya.
"Tapi masih bisa ditangani dengan baik oleh rekan-rekan yang ada di Kabupaten, seperti di Kuasing itu kan sudah surut," katanya.
Jika ke depan kejadian tidak terkendali katanya, pihak provinsi Riau sudah stanby dan siap turun kapan saja saat dibutuhkan bantuan.
"Artinya untuk menghadapi bencana di musim hujan ini Riau sudah mempersiapkan dengan matang," katanya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat Riau untuk terus waspada, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitaran aliran sungai bisa memperhatikan kondisi sungai dari luapan air akibat curah hujan yang cukup tinggi.
"Jauh hari sebelumnya kita juga telah membuat himbauan pada masyarakat untuk terus waspada. Terutama masyarakat kita yang berada di derah-daerah yang biasa rawan banjir setiap tahunnya, seperti Kampar dan Pelalawan," katanya.
Antisipasi Daerah Rawan Longsor
Musim hujan yang terus terjadi beberapa pekan terakhir ini, menyebabkan sejumlah wilayah di Riau mengalami banjir.
Terutama di wilayah-wilayah yang setiap tahun menjadi langganan atau rawan banjir.
Seperti Kabupaten Kampar, Pelalawan, Rohul dan Kuasing serta beberapa kabupaten kota lainnya.
Tidak hanya itu, musim hujan ini juga menimbulkan ancaman terjadinya longsor di beberapa daerah perbatasan Riau.
Seperti di perbatasan Sumbar-Riau yang hampir setiap tahun terjadi longsor akibat hujan.
Sebagai antisipasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertahanan (PUPR-PKPP) Riau siagakan alat berat di beberapa daerah perbatasan yang rawan lonsor.
Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, M Taufiq OH, Minggu (29/11/2020) mengatakan, alat berat yang disiagakan itu sudah berada di setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) kabupaten kota se-Riau yang jumlahnya mencapai enam Unit alat berat.
"Sehingga ketika ada bencana longsor bisa segera di tindak lanjuti dan segera diatasi dengan maksimal," katanya
Adapun alat berat yang disiagakan tersebut jelasnya, diantaranaya bulldozer, ekskavator, dan beberapa jenis lainya sesuai fungsi kebutuhan bencana dilapangan.
"Artinya alat berat itu lengkap sesuai fungsi kebutuhan. Sehingga jika terjadi bencana bisa di tindaklanjuti dengan segera," ujarnya.
Taufiq mengatakan, siaga alat berat antisipasi bencana longsor itu masih bisa di tambah jika kejadian diluar dugaan.
Meski kejadian tidak diharapkan artinya harus dipersiapkan dengan matang sesuai kondisi cuaca musim hujan yang saat ini masih cukup tinggi.
"Untuk antisipasi lonsor ini kita juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan berbagai UPT, selerti UPT V PUPR di Kampar yang selalu siap turun ketika ada kejadian," ujarnya.