Kamis, 07 Mei 2026
- Home
- Lingkungan
- Brigadir Ripal Seberangi Sungai Antarkan Masker dan Buku untuk Anak-anak yang Sudah Menunggu
Brigadir Ripal Seberangi Sungai Antarkan Masker dan Buku untuk Anak-anak yang Sudah Menunggu
admin
Kamis, 07 Mei 2020 15:14
RENGAT - Perbuatan Bhabinkamtibmas Desa Batu Gajah dan Desa Pasir Keranji, Kecamatan Pasir Penyu, Inhu Riau patut diacungi jempol.
Brigadir Ripal Indrawata rela menyeberangi sungai Indragiri untuk mengantarkan masker dan buku-buku bacaan bagi anak-anak di daerah sulit.
Ripal, adalah penjaga keamanan sekaligus guru dan pelopor pondok baca di pinggir Sungai Indragiri di Desa Pasir Keranji, Kecamatan Pasir Penyu, Inhu.
Sudah hampir setahun ini, Ripal mengelola pondok baca itu.
Pondok baca yang didirikan dengan tujuan mendukung program pemerintah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Selain itu untuk mengisi waktu luang anak-anak di pinggir sungai dengan hal-hal yang bermanfaat.
"Biasanya sebelum pandemi Covid-19 ini, pondok baca itu dibuka saat sore hari. Anak-anak sehabis pulang mengaji, pasti mampir ke pondok untuk membaca buku atau mengerjakan PR," kata Ripal.
Di dalam pondok sederhana itu, Ripal menyimpan ratusan buku, baik buku pelajaran umum maupun buku cerita.
Buku-buku itu dikumpulkan dari hasil donasi berbagai pihak termasuk Ripal selaku pendiri pondok baca.
"Sebagian ada bantuan warga, ada juga bantuan dari lembaga pemerintah," ujarnya.
Ajari Mata Pelajaran SD
Selain menyediakan buku, di pondok baca Ripal juga mengajari anak-anak tentang mata pelajaran yang umum diajarkan di sekolah.
Namun ia tidak sendiri. Ripal ditemani seorang mahasiswi warga desa setempat.
"Saya mengajari tentang cara berhitung yang mudah-mudah saja, kalau level anak SD masih bisalah," ujarnya merendah sambil tertawa kecil.
Memang seluruh anak didik Ripal di pondok baca masih menempuh pendidikan Sekolah Dasar
atau SD.
Namun setelah pandemi Covid-19 melanda, tidak ada lagi aktivitas di pondok baca tersebut.
Buku-buku di pondok baca itu juga sudah lama tidak tersentuh oleh anak-anak didiknya.
Melihat kondisi ini, Ripal berinisiatif untuk mengantarkan langsung buku kepada anak-anak didiknya.
Buku-buku di pondok baca itu dipangkunya di atas perahu saat menyebrangi Sungai Indragiri.
Menempuh perjalanan lewat sungai lebih dekat dibandingkan melalui jalan darat.
"Kalau jalan darat jauh, saya harus memutar 15 kilometer," katanya.
Sementara dengan perahu, Ripal bisa sampai dalam waktu 10 menit.
Senyum Penuh Harap Anak-anak
Setibanya di seberang ia berjalan kaki menjinjing buku di jalan menanjak.
Anak-anak didiknya menanti dengan senyum penuh harap.
Tak sabar ingin membuka buku yang dibawa Ripal.
Jumlah anak-anak didik Ripal mencapai 30 orang yang tersebar di dua dusun, dusun satu dan dusun dua Desa Pasir Keranji.
Satu per satu ia datangi rumah mereka dan membagikan buku-buku tersebut.
Kadang ia menyempatkan singgah sebentar untuk menuntaskan pertanyaan dari anak-anak didiknya tentang satu pelajaran.
Ia juga membantu anak-anak itu mengerjakan tugas yang diberikan guru selama belajar dari rumah.
Ripal mengakui harus melakukan hal itu, karena daerah tempat tinggal anak didiknya di luar jangkauan sinyal internet.
Selain itu, sebagian besar orangtua anak didiknya tidak memiliki smartphone untuk bisa digunakan belajar online.
"Mungkin hanya lima orangtua saja yang punya smartphone, jadi mereka kesulitan untuk belajar online," ujar Ripal.
Karena keterbatasan buku yang dimilikinya, maka terpaksa buku itu dipakai bergiliran oleh anak-anak.
"Habis satu buku dibaca, besok diganti dengan buku yang baru. Ya, sekali seminggulah digantinya, sampai habis dulu buku itu dibaca atau dipelajari mereka," ujar Ripal.
Bagikan Masker
Ripal mengatakan, selain membagikan buku-buku bacaan, ia juga membagikan masker kepada anak-anak didiknya.
"Kebetulan ada teman saya yang jahit masker di Desa Batu Gajah. Maskernya saya beli Rp 5.000 per satunya. Baru saya bagikan untuk anak-anak didik saya yang belum punya masker," kata Ripal.
Di samping membagikan buku dan masker, Ripal turut mengimbau warga untuk menjaga diri dari Covid-19.
Dia juga melakukan sosialisasi tentang pencegahan Virus Corona, dengan cara rajin mencuci tangan, gunakan masker, dan jangan berkerumun.
Ripal berdoa dan berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu, dan anak-anak didiknya bisa belajar dan bermain seperti dulu lagi.
Sumber: tribuninhu.com
komentar Pembaca