Senin, 01 Jun 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • DLH Siak Rencanakan Hasilkan Produk Turunan dari Sampah

DLH Siak Rencanakan Hasilkan Produk Turunan dari Sampah

Admin
Selasa, 21 Jun 2022 09:16
pekanbaru.tribunnews.com

SIAK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Siak merencanakan hasilkan produk turunan dari sampah.

Sampah adalah uang. Kalimat tersebut plesetan dari pepatah Barat waktu adalah uang oleh pegiat Bank Sampah di Siak.

Pepatah tersebut kemudian menjadi terkenal hingga menginspirasi Pemkab Siak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Maka setiap rumah tangga diminta menjadi nasabah pada Bank Sampah yang telah dibentuk sejak tahun lalu.

“Jika kita kelola sampah dengan baik hingga mempunyai produk turunan itu akan menghasilkan uang yang menggiurkan. Kami sendiri mulai membuat rencana untuk itu, sehingga sampah di kabupaten Siak yang saat ini baru sekadar pengumpulan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa kemudian diolah lagi hingga mempunyai produk turunan,” kata Kepala DLH Siak Setya Hendro Wardhana, Senin (20/6/2022).

Ia mengatakan, saat ini sampah yang dikumpulkan setiap hari belum diolah menjadi produk turunan lainnya. Padahal sampah bisa menghasilkan produk pupuk, kompos, media tanam, pakan ternak, biogas dan lain -lain.

“Rencana itu sudah kita buat dan tentunya kita harus cari pohak ketiga. Tujuannya selain kabupaten bersih dari sampah, sampah yang dikelola bisa untuk berbagai produk turunan dan angka menghasilkan uang. Selain itu akan ada penyerapan tenaga kerja,” kata dia.

Hendro menyebut, DLH mempunyai banyak ide cemerlang namun ia juga meminta dukungan stakeholder. Produksi sampah juga harus banyak sehingga bahan baku untuk produk turunan tidak terputus.

“Bagaimana sampahnya banyak dapat dikumpul memang perkampung itu harus dapat terkumpul
secara maksimal,” kata dia.

Saat ini pengelolaan sampah di kabupaten Siak baru setakat pengumpulan di TPA Tualang dan Langkai. Petugas DLH setiap hari mengutip sampah dengan armada mobil dari tong sampah yang disediakan di permukiman warga.


“Kemudian ditumpuk ke TPA Tualang dan Langkai,” kata dia.


Menurut Hendro, jumlah sampah di TPA Langkai sebanyak 15.000 ton per hari dan di TPA Tualang sebanyak 90.000 ton per hari. Sampah ini dikelola secara manual, dengan pekerja yang memisahkan jenis sampah. Kemudian jenis sampah plastik atau yang bisa didaur ulang bisa diberikan ke bank sampah.

“Meski kita baru setakat pengumpulan namun kondisi kabupaten Siak tetap bersih dari tumpukan sampah. Petugas setiap hari bekerja untuk memungut sampah-sampah ini di permukiman warga,” kata dia.

Selain itu, DLH Siak juga membina Bank Sampah Induk Pelangi. Bank Sampah ini berada di kelurahan Kampung Rempak, kecamatan Siak. Warga bisa menjadi nasabah sehingga sampah yang ditabungnya bisa dikonversi ke bentuk rupiah.

“Tabungan nasabah tercatat berapa kuantitas sampah yang disetor, tabungan ini bisa dikonversi ke uang sehingga nasabah bisa memanfaatkan keuntungannya tersebut minimal untuk menambah biaya listrik atau air,” kata Hendro.

Hendro menguraikan, bupati Siak Alfedri juga menjadi nasabah yang membuka tabungan di BankSampah itu. Saat ini sudah ada 932 rekening nasabah di Banks Sampah Induk Pelangi tersebut.

“Masyarakat sudah dimudahkan sebab di setiap
desa kelurahan sudah ada becak motor untuk mengangkut sampah,” kata dia.

Becak motor tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengelola bank sampah di kampung/kelurahan. Saat ini yang banyak menjadi nasabah adalah buruh harian lepas. Rata-rata mereka tukang sapu di jalan.

"Setiap tiga bulan mereka berlomba menabung sampah, seperti daun-daunan. Ini direkapitulasi diumumkan siapa yang banyak setiap bulannya, Ini juga untuk mendukung juga ekonomi para BHL," ungkapnya.

Saat ini pihaknya fokus pada sampah plastik, sesuai dengan kebijakan strategis daerah pengurangan sampah plastik. Tujuannya agar ada peningkatan pengolahan sampah dan jumlah sampah di desa kelurahan bisa menurun.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.