Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Dari Lahan Mati Jadi Apotek Hidup: Kisah Murni Menjaga Warisan Kesehatan Dunia di Duri

Lingkungan,

Dari Lahan Mati Jadi Apotek Hidup: Kisah Murni Menjaga Warisan Kesehatan Dunia di Duri

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2026 08:34
(Foto : Humas PHR)
DURI-Di sudut pekarangan rumah warga, aroma rimpang jahe yang baru dipangkas menyeruak di udara pagi yang lembap. Bagi banyak orang, ini hanyalah aroma bumbu dapur. Namun bagi Murni (37), Ketua Kelompok PKK setempat, aroma itu adalah wangi kemandirian. Baginya, tanaman liar yang sering disepelekan sejatinya adalah penjaga nyawa manusia.
 
Tepat hari ini, dunia merayakan Hari Kehidupan Liar Sedunia (World Wildlife Day) dengan tema "Tanaman Obat dan Aromatik: Melestarikan Kesehatan, Warisan, dan Mata Pencaharian." Tema global ini secara kebetulan memotret persis denyut nadi perjuangan Murni dan para ibu di Program Puteri Proklim Melayu Lestari.
 
Bagi masyarakat Melayu di Bengkalis, jahe merah, kunyit, dan rimpang lainnya adalah tabungan kesehatan warisan turun-temurun. Jahe dikenal membantu menghangatkan tubuh, meredakan gejala flu ringan, serta menjaga daya tahan saat cuaca tak menentu. Sementara kunyit kerap dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan dan kebugaran tubuh. Namun, seiring modernisasi, pengetahuan tradisional ini perlahan memudar, tergerus oleh ketergantungan pada produk instan dan apotek kimia.
 
Peringatan World Wildlife Day mengingatkan kita bahwa 1 dari 4 obat-obatan modern bermula dari flora liar. Melalui inisiatif menanam kembali Jahe Putih, Jahe Merah, hingga Ompu Kunyit di lahan Fasilitas Umum (Fasum), Murni dan kelompoknya sebenarnya sedang melakukan aksi konservasi skala mikro. Mereka menyelamatkan ekosistem tanaman aromatik, sekaligus menyambung kembali rantai pengetahuan tradisional agar tidak putus di generasi mereka.
 
Perjalanan ini bermula dari keresahan. Lahan kosong di RW 29 Bumi Hijau, Kelurahan Air Jamban, dahulu hanya menjadi area tak bertuan yang ditumbuhi semak liar. Ada keinginan besar untuk memiliki kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namun keraguan selalu menang. Mereka cemas bibit dan tenaga akan mati sia-sia di atas tanah yang keras.
 
"Dulu lahan ini membisu melihat keraguan kami. Niat mandiri itu ada, tapi nyali kami ciut sebelum mencoba,” kenang Murni dengan senyum tipis.
 
Titik balik terjadi saat mereka mengikuti pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Lewat sentuhan tangan para ibu ini, lahan yang semula mati kini "berbicara" lewat tunas-tunas hijau yang bermunculan. Murni dan kelompoknya mulai berani mengotori tangan. Mereka berjibaku dengan lumpur, belajar menyemai Jahe Putih, Jahe Merah, hingga Ompu Kunyit, serta merawat sayuran hortikultura dengan pupuk organik.
 
Hasilnya luar biasa. Secara kesehatan, warga kini memiliki akses cepat ke tanaman obat berkualitas tanpa harus pergi ke pasar. Secara ekonomi, pengeluaran rumah tangga berhasil ditekan, terutama saat harga rempah melambung tinggi. Lebih dari itu, anak-anak di lingkungan tersebut kembali mengenal wujud fisik tanaman obat yang dulu hanya mereka dengar dari cerita nenek moyang.
 
"Dulu lahan ini hanya tanah kosong yang kami lewati setiap hari, sekarang setiap tunas yang tumbuh di sini seperti mengingatkan bahwa kami juga bisa tumbuh dan berubah bersama," ujar Murni penuh haru.
 
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengaku tersentuh melihat ketangguhan para ibu di Bumi Hijau. Bagi Iwan, melihat Murni dan kawan-kawan berdaya adalah esensi pemberdayaan tertinggi: kemandirian pola pikir.
 
"Menyaksikan perjuangan Ibu Murni dan kawan-kawan adalah pelajaran tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sepetak lahan jahe dan kunyit, kita bisa menjaga kesehatan keluarga sekaligus melestarikan warisan leluhur," ungkap Iwan.
 
Peringatan World Wildlife Day mengingatkan bahwa melestarikan flora liar dan obat-obatan adalah upaya menjaga napas kehidupan manusia. Di Bumi Hijau, Murni telah memulainya. Di tangan para perempuan yang gigih, sebatang tanaman obat memegang nilai yang jauh lebih tinggi dari sekadar harga jual di pasar; ia adalah warisan dan harga diri yang terus bertunas.*

Keterangan foto:

1. Murni (36), Ketua Kelompok Dasawisma Bumi Hijau RW 29 (kiri), menunjukkan hasil panen di kebun ketahanan pangan dan TOGA (Jahe Merah, Jahe Putih, Kunyit, dan Terong) yang dikelola.
2. Anggota Dasawisma RW 29 Bumi Hijau melakukan panen tanaman ketahanan pangan di kebun fasum serta mengelola budidaya TOGA terong, jahe putih, jahe merah, dan kunyit untuk panen pada siklus berikutnya.
 
# # # # # # # #
 
TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Lingkungan
Berita Terkait
  • Senin, 25 Mei 2026 16:44

    Jokowi Siap Keliling Indonesia Usai Kesehatan Pulih: Motivasi dan Ketemu PSI di Daerah

    Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal rencana keliling Indonesia seusai lesehatannya pulih. Prabowo juga membenarkan rencana pernah diungkap Relawan Projo itu.Saat ditemui awak media di

  • Senin, 25 Mei 2026 16:38

    Razia di Karaoke Valentine Deli Serdang Berujung Penemuan Pil Ekstasi

    Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang menemukan narkotika jenis ekstasi di tempat hiburan Karaoke Valentine, Kecamatan Beringin."Diduga peredaran obat terlarang di Karaoke Valen

  • Senin, 25 Mei 2026 16:23

    Ledakan dari Pabrik Kimia di Cilegon, Tercium Bau Menyengat

    Jakarta-Ledakan terdengar dari pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) atau yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI). Ledakan terjadi pada Senin (25/5/2026) s

  • Senin, 25 Mei 2026 16:19

    Pemprov Tetapkan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional PT Riau Petroleum

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum.Penetapan dua direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau itu m

  • Senin, 25 Mei 2026 16:17

    Taklukkan Rute Pekanbaru-Payakumbuh, Jurnalis dan Vlogger Rekam Sensasi Berkendara Bersama Honda AT High

    Riauterkini-PAYAKUMBUH-Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) sukses menggelar kegiatan touring bertajuk Media & Vlogger Premium Explore : Capturing the Comfor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.