Sabtu, 11 Jul 2026
Belacan Ketapang Permai Buktikan Potensi Lokal Mampu Angkat Ekonomi Pesisir
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 11 Jul 2026 11:32
SELATPANJANG â€" Di tengah hamparan pesisir Pulau Merbau, tangan-tangan terampil masyarakat Desa Ketapang Permai terus mengolah hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Terasi atau belacan berbahan baku udang pepai asli kini tidak hanya menjadi bumbu dapur favorit, tetapi juga menjelma sebagai komoditas unggulan yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti.
Produk rumahan yang dikelola para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut telah dipasarkan ke berbagai daerah di Provinsi Riau. Permintaan yang terus meningkat menjadi bukti bahwa cita rasa khas belacan asal Ketapang Permai mulai mendapat tempat di hati masyarakat.
Kepala Desa Ketapang Permai, Safrizal, mengatakan produksi terasi telah menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi banyak keluarga nelayan di desanya. Bahan baku yang melimpah dari hasil tangkapan laut menjadi modal utama berkembangnya usaha tersebut.
"Terasi atau belacan ini dibuat dari udang pepai asli. Produk ini menjadi tambahan pendapatan bagi banyak keluarga di Desa Ketapang Permai," ujarnya, Kamis (9/7/2026). [IMAGE-1]
Dalam satu musim produksi yang berlangsung kurang dari satu bulan, para pelaku usaha mampu menghasilkan sekitar 5.000 keping terasi. Produk tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp2.000 per keping dan telah menjangkau pasar di Selatpanjang hingga Pekanbaru.
Meski permintaan terus bertambah, proses produksi masih dilakukan secara tradisional. Kondisi itu membuat kapasitas produksi belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar.
Safrizal berharap adanya dukungan pemerintah melalui bantuan mesin penggiling dan alat pengering agar proses produksi menjadi lebih cepat, efisien, serta menghasilkan kualitas yang semakin baik.
"Kami berharap ada bantuan mesin penggiling dan alat pengering agar produksi meningkat dan mampu memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah," katanya.
Selain terasi, masyarakat Desa Ketapang Permai juga mengembangkan berbagai produk olahan hasil laut lainnya seperti bilis kering dan udang kering. Keberadaan hasil perikanan yang melimpah menjadikan sektor UMKM berbasis kelautan memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
Camat Pulau Merbau, Hermansyah, SH, mengatakan pemerintah kecamatan memberikan perhatian serius terhadap pengembangan UMKM yang memanfaatkan potensi perikanan lokal. Menurutnya, berbagai usulan bantuan telah disiapkan dan akan dikoordinasikan bersama instansi terkait.
"Kami akan berkolaborasi dengan instansi terkait agar produk ini dapat berkembang sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Hermansyah mengungkapkan, kualitas Terasi Tuah Udang telah terbukti mampu bersaing di luar daerah. Produk tersebut bahkan pernah dipromosikan pada stan bazar Kabupaten Kepulauan Meranti dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Kuantan Singingi dan mendapat sambutan positif dari pengunjung.
"Produk ini kami bawa ke bazar MTQ di Kuantan Singingi. Alhamdulillah seluruh produk yang dipajang habis terjual. Ini menunjukkan kualitas dan cita rasa belacan Pulau Merbau diterima masyarakat," katanya.
Di balik berkembangnya usaha tersebut, para pelaku UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan peralatan produksi.
Salah seorang pengrajin, Suryati (45), mengaku telah menggeluti usaha pembuatan terasi selama kurang lebih tiga dekade. Selama itu pula proses produksi masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.
"Kami masih bekerja secara manual. Bahan baku udang cukup banyak, tetapi kami membutuhkan mesin penggiling dan alat pengering agar produksi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal," ujarnya.
Selain Suryati, usaha serupa juga dijalankan oleh Ismawati (50), Rusman (52), Zuraida (49), dan Rosma Santi (40). Mereka berharap dukungan berupa peralatan produksi modern serta perluasan akses pemasaran sehingga produk unggulan desa mampu menembus pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti, Eko Priyono, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendampingi UMKM agar memiliki daya saing yang lebih kuat.
Namun, menurutnya, kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan legalitas juga menjadi faktor penting. "Pelaku UMKM harus siap mengembangkan usahanya dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan," ujarnya.
Eko menjelaskan, kelengkapan legalitas seperti sertifikat halal, PIRT, hingga izin BPOM merupakan syarat penting apabila produk ingin dipasarkan ke minimarket maupun jaringan pasar modern. Pemerintah daerah, lanjutnya, siap memfasilitasi proses tersebut, termasuk melalui program sertifikasi halal gratis bagi UMKM.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM di Kepulauan Meranti adalah standar tempat produksi yang harus memenuhi ketentuan higienitas dan terpisah dari aktivitas rumah tangga.
"Kalau legalitasnya sudah lengkap, perdagangan tidak hanya terbatas di Meranti, tetapi juga bisa dipersiapkan untuk pasar yang lebih luas, bahkan lintas daerah hingga luar negeri. Contohnya produk Misagu Boedjang di Desa Gogok," katanya.
Sebagai upaya memperkuat pemasaran produk lokal, Dinas Koperasi juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berperan sebagai mitra pemasaran sekaligus inkubator bagi UMKM unggulan di Kepulauan Meranti.
Dukungan terhadap pengembangan usaha berbasis potensi lokal juga datang dari legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Lianita Muharni, menilai keberhasilan masyarakat Desa Ketapang Permai mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual merupakan contoh nyata bagaimana potensi daerah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta dukungan terhadap pemasaran menjadi langkah penting agar UMKM pesisir semakin berkembang.
"Potensi seperti ini harus kita dukung bersama. Kalau kualitas produknya terus ditingkatkan dan pemerintah daerah memberikan dukungan kepada pelaku usaha, kami di legislatif siap mendukung upaya meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Dengan potensi bahan baku yang melimpah, kualitas produk yang mulai dikenal luas, serta dukungan berbagai pihak, Terasi Ketapang Permai dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Kepulauan Meranti yang mampu bersaing di pasar regional, bahkan menembus pasar nasional hingga mancanegara.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/belacan-ketapang-permai-buktikan-potensi-lokal-mampu-angkat-ekonomi-pesisir.html
komentar Pembaca