Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Dikepung Asap, Udara di Siak Tak Bisa Dideteksi, Sebab Alat ISPU Mati Total

Dikepung Asap, Udara di Siak Tak Bisa Dideteksi, Sebab Alat ISPU Mati Total

Senin, 24 Agu 2015 15:29
Alat ISPU di Simpang Kualian Siak yang tak berfungsi lagi.
SIAK SRI INDRAPURA-Sejak pagi hingga siang hari, Kota Siak Sri Indapura, Provinsi Riau, dikepung asap yang cukup tebal. Kondisi ini dikeluhkan warga, terutama mereka yang melakukan aktifitas dengan menggunakan sepeda motor. Sementara, alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di simpang Kualian, Kelurahan Rempak Hilir, Kecamatan Siak tak berfungsi. Bahkan, sudah cukup lama mati total.

"Asapnya sangat tebal bang, perih mata ini, apalagi saat bawa motor," kata Adi, warga Siak kepada GoRiau.com, Senin (24/8/2015).

Informasi terangkum, ternyata 3 alat ISPU yang merupakan proyek Pemprov Riau di Kecamatan Siak, Kandis, dan Tualang sudah lama tak berfungsi. Warga sangat menyayangkan alat yang diperuntukkan mendeteksi kondisi udara di Kabupaten Siak mati total sampai saat ini. Padahal, baru selesai dua tahun ini pemasangannya.

"Alat ISPU yang ada di Kandis dan Tualang juga mati, padahal baru akhir tahun 2013 ini dipasang," ujar Deri, warga Kandis.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Siak Tonny Chandra belum dapat menjelaskan kondisi udara, sebab data yang dibutuhkan masih berada di Badan Lingkungan Hidup (BLH). Namun, saat disampaikan alat ISPU mati total, Tonny pun juga binggung.

"Kalau alat ISPU tak berfungsi, gimana kita bisa mengetahui kondisi udara di Siak ini. Kita imbau masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah, banyak minum air putih dan selalu gunakan masker kalau bepergian," ujar Tonny.(grc)
Lingkungan
Berita Terkait
  • Jumat, 08 Mei 2026 16:48

    Polisi Tangkap Maling Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi di Bogor.

    Bogor - Pencuri modus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi inisial ME (42) ditangkap polisi ketika beraksi di salah satu rumah sakit di Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Barang bukti berupa 41 kart

  • Jumat, 08 Mei 2026 16:34

    Kronologi Penangkapan 210 WNA di Batam Terkait Dugaan Penipuan Investasi.

    Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjelaskan kronologi penangkapan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat penipuan investasi

  • Jumat, 08 Mei 2026 16:29

    Napi Kasus Pemerasan di Lapas Pekanbaru Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya

    PEKANBARU-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau buka suara terkait polemik pemindahan narapidana kasus pemerasan, JS, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambanga

  • Jumat, 08 Mei 2026 16:24

    Bongkar Tembok Kafe di Rumbai, Satpol PP Pekanbaru Terancam Dipidanakan

    PEKANBARU-Tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Pertanahan Pekanbaru menertibkan lahan di kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, Jumat (8/5/2026).Pantauan CAKAPLAH.com, lahan yang ditertibkan Satpol PP

  • Jumat, 08 Mei 2026 16:23

    Minyakita Dijual di Atas HET, Pengawasan Distribusi Harus Diperketat

    PEKANBARU-Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, dr Meiza Ningsih menyoroti tingginya harga minyak goreng subsidi Minyakita di Kota Pekanbaru. Saat ini, harga Minyakita di pasaran disebut sudah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.