- Home
- Lingkungan
- Gemes Uwu Kayak Boneka,Bayi Owa Ungko Lahir di Kandang Transit Satwa BBKSDA Riau,Ini Penampakannya
Gemes Uwu Kayak Boneka,Bayi Owa Ungko Lahir di Kandang Transit Satwa BBKSDA Riau,Ini Penampakannya
Admin
Jumat, 19 Feb 2021 09:15
PEKANBARU - Sirin dengan erat memeluk bayi yang baru dilahirkannya sambil bergelantungan di kandangnya, Kamis (18/2/2021) .
Sirin bukan orang, binatang lucu yang dilindungi itu adalah seekor owa ungko (hylobates agilis).
Sirin melahirkan di Kandang Transit Satwa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau.
Sebelumnya, Sirin, owa ungko berusia sekitar tujuh tahun tersebut diserahkan secara sukarela oleh warga penampungan Rohingya bernama Muhammad Yamin pada tahun 2017 lalu.
Setelah beberapa tahun, Sirin kemudian melahirkan seekor anak pada hari Rabu dini hari (17/2/2021) di Kandang Transit Satwa Balai Besar KSDA Riau.

Saat ini kondisi induk dan anak uwo ungko sehat, bahkan terlihat bergerak lincah di kandangnya.
Untuk jenis kelamin dan berat badan anak yang dilahirkan Sirin belum diketahui karena selalu dalam gendongan induknya.
Sementara pejantan yang menghamili Sirin telah dititipkan di Lembaga Konservasi sekitar bulan November 2020 lalu.
Saat penitipan ungko jantan, ungko betina yang bernama Sirin belum terdeteksi dalam kondisi hamil.
Dijelaskan Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, untuk kesehatan induk owa ungko itu, pihak Balai Besar KSDA Riau menambah asupan nutrisinya dengan tambahan porsi dan jenis makanannya.
"Tim medis dan perawat satwa selalu memantau kondisi dan perkembangan induk serta bayinya,” ujar Suharyono dalam keterangan pers yang diterima Tribunpekanbarutravel.com , Kamis (18/2/2021).
“Sang induk juga terlihat sangat melindungi anaknya dan tidak sedikitpun melepaskan anak tersebut dari gendongannya,"imbuhnya.
Dilanjutkannya, saat ini jumlah seluruh ungko yang masih dilakukan observasi di Kandang Transit Balai Besar KSDA Riau ada tujuh ekor.
Selanjutnya terhadap ungko-ungko tersebut akan dilakukan tindakan konservasi demi kelestariannya.
"Bagi yang dinilai masih dapat hidup di alam bebas akan segera dilepasliarkan ke habitatnya dan bagi ungko yang berdasarkan hasil observasi sudah terlalu jinak, akan dititipkan di Lembaga Konservasi yang ada," kata Suharyono.
Berdasarkan Buku Informasi Jenis Satwa Liar Dilindungi yang diterbitkan BBKSDA Riau .
Owa ungko (Hylobates agilis) kini masuk dalam Appendix I (Tahun 2017) atau daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.
Hewan ini memiliki status endangered sejak tahun 2018, yaitu status konservasi yang diberikan kepada spesies yang sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar yang tinggi pada masa yang akan datang.
Hingga kini induk uwo ungko yang berana Sirin dan bayinya dalam kondisi sehat dan selalu dipantau petugas dari BBKSDA Riau .