Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Lingkungan
  • Genangan Air Mengering,Banjir di Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam di Pelalawan Riau Akhirnya Surut

Genangan Air Mengering,Banjir di Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam di Pelalawan Riau Akhirnya Surut

admin
Senin, 04 Mei 2020 14:38
Banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau akhirnya mengering, Senin (4/5/2020)
PANGKALAN KERINCI - Banjir yang melanda Desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau akhirnya surut total pada Senin (4/5/2020).

Kondisi kedua desa telah kembali normal dan tidak ada lagi genangan air seperti sebelumnya.

Seluruh bangunan berupa rumah warga, fasilitas umum, dan fasilitas sosial sudah terbebas dari banjir.

Demikian juga akses jalan desa yang tadinya terendam, kembali mengering dan bisa dilewati oleh kendaraan.

"Alhamdulillah hari ini banjir di dua desa sudah kering. Air dari Sungai Nilo tidak meluap lagi," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpekanbaru.com, Senin (4/5/2020).

Hadi Penandio menuturkan, banjir mengering setelah air mulai naik sejak Rabu (28/4/2020) pekan lalu dan sempat meninggi hingga 2 meter.

Banjir menerjang dua desa akibat tingginya curah hujan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Nilo, hingga air meluber sampai ke perkampungan.

Kemudian berangsur surut setiap harinya hingga kering total. Curah hujan juga turut drastis menyebabkan air cepat terserap ke tanah dan dialirkan kembali ke sungai.

"Cuaca di lokasi juga tampak terang. Mudah-mudahan tidak ada lagi banjir kiriman dari hulu," tandas Hadi Penandio.

Camat Ukui, Amri Juharza, memastikan genangan air telah mengering di dua desa yang menjadi langganan banjir itu.

Seratusan rumah yang sebelumnya tergenang dan terdampak telah bebas dari kepungan air.

Warga yang sebelumnya sempat mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.

"Aktivitas sudah normal, jalan telah bisa di lalu. Masyarakat mulai membersihkan rumah masing-masing," beber Camat Amri.

Pemerintah kecamatan dan desa terus berkoordinasi untuk memantau kesehatan warga pascabanjir selama lima hari.

Untuk mengantisipasi ada penyakit yang menjangkiti masyarakat setelah banjir mengering.

Ada 140 Rumah Terendam

Desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan kembali dilanda banjir sejak Rabu (29/4/2020) hingga Kamis (30/4/2020) sore air semakin tinggi.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Nilo yang berbatasan langsung dengan kedua desa tersebut.

Air dari Sungai meluber hingga ke pemukiman warga disebabkan curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Banjir mengakibatkan ratusan warga terdampak lantaran rumahnya terendam.

Termasuk akses jalan, fasilitas umum hingg fasilita sosial jug turut digenangi air.

"Total ada 140 rumah yang terendam banjir di du desa tersebut. Tim gabungan sudah melakuka pendataan ke lokasi," beber Camat Ukui, Amri Juharza.

Amri merincikan, di Desa Lubuk Kembang Bunga terdapat 115 Kepal Keluarg (KK) dengan 409 jiwa yang terkena banjir.

Pasalnya, rumah yang terendam mencapai 100 unit dan yang terdampak ada 15 unit. Fasilitas soasial berupa rumah adat dan Rumah Kantor (Rukan) Babin ikut terendam air.

Fasilitas umum diantaranya musala dan akses jalan sepanjang 1.600 meter turut digenangi banjir.

"Pengungsi ada 17 KK yang sudah mengungsi, baik ke rumah keluarga masing-masing maupun di fasilitas umum yang disediakan perangkat desa," tambah Camat Amri.

Untuk Desa Air Hitam, warga yang terdampak banjir mencapai 172 KK dengan 688 jiwa.

Rumah yang terdampak mencapai 132 rumah dan yang terendam sebanyak 40 unit.

Ada 14 KK yang telah mengungsi karena rumahnya dikepung banjir

Fasos yang terdampak diantaranya balai adat, rukan babinsa, masjid, mushallah, dan akses jalan sepanjang 3 kilometer.

Ada juga gedung perkantoran yang terdampak diantaranya kantor Desa Air Hitam, kantor BumDes, Kantor KUD, Pustu, Aula Kantor Desa, dan Kantor PKK.

"Tim di lapangan telah mengaktifkan posko kesehatan dan tim evakuasi warga yang terdampak banjir," terang Camat Amri.

Sumber: tribunpelalawan.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.