RIAU POS.CO
Kabut dengan udara yang cukup dingin menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat (22/8) sejak dini hari hingga jelang siang. Forecaster on Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Bibin Sulianto menjelaskan kabut ini bukanlah kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan fenomena alam yang dikenal dengan istilah halimun atau mist.
Halimun merupakan kabut tipis yang disebabkan oleh tetesan air kecil yang tersuspensi di udara. Halimun terbentuk ketika udara hangat dan lembap bertemu dengan udara dingin, atau ketika udara lembap mendingin dengan cepat, terutama saat bersentuhan dengan permukaan yang lebih dingin.
“Mist (halimun) ini penyebabnya karena kelembapan yang tinggi dan adanya proses pendinginan udara di atas permukaan. Kondisi ini akan hilang saat matahari sudah mulai bersinar ke permukaan bumi,” ucapnya, Jumat (22/8).
Berdasarkan pantauan cuaca BMKG Pekanbaru, sejak pagi hari udara kabur berawan sudah menyelimuti seluruh daerah Riau. Namun terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
Siang dan sore hari cuaca cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Bengkalis.
Malam hari cuaca juga diperkirakan cerah berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi, dan Kota Pekanbaru.
Sedangkan dini hari udara kabur berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru.
Suhu udara Riau berkisar 23 °C -34°C dan kelembapan udara 55%-99 %. Arah angin dari Tenggara-Barat Daya/10-30 km/jam dan prakiraan tinggi gelombang di Wilayah Perairan Provinsi Riau berkisar antara 0,5-1,25 meter (rendah).
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru pada malam dan dini hari,” ucapnya.
Di sisi lain, titik panas wilayah Sumatera kembali mengalami peningkatan menjadi 231, Jumat (22/8). Jumlah ini tersebar di Sumatera Barat 93, Bengkulu 38, Sumatera Selatan 38, Jambi 20, Sumatera Utara 17, Riau 15, Aceh 5, Bangka Belitung 3, Lampung 1, dan Kepulauan Riau 1. “Untuk wilayah Riau, titik panas terdapat di Kabupaten Indragiri Hulu 7, Rokan Hulu 4, Pelalawan 2, Kampar 1, dan Indragiri Hilir 1,” tegasnya.
3 Penerbangan Sempat Delay
Kabut ini juga mengakibatkan jarak pandang kurang dari satu kilometer. Hal tersebut berimbas pada delay (penundaan penerbangan) tiga pesawat dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Hal itu diakui General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko.
Pria yang akrab disapa Oky ini mengatakan jarak pandang kurang dari 1 Km hingga pukul 07.00 WIB sehingga tidak memungkinkan pesawat untuk lepas landas. “Ada 3 pesawat delay akibat kabut. Sekarang sudah kembali normal,” ujarnya sekitar pukul 08.30 WIB.
Tiga pesawat tersebut adalah Super Airjet dengan nomor penerbangan IU919 tujuan CGK yang harusnya terbang pukul 06.00, namun delay selama 1 jam lewat 6 menit. Kemudian pesawat dari maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID7066 tujuan HLP yang harusnya terbang pukul 06.05, delay 1 jam lewat 10 menit.
Terakhir adalah pesawat dari maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QC937 tujuan CGK yang harusnya terbang pukul 06.15 juga harus mengalami delay selama 18 menit imbas kabut asap tebal. Kondisi saat ini dikatakannya sudah kembali normal.***(Riau Pos.co)
Sumber: RIAU POS.CO
Lingkungan