- Home
- Lingkungan
- Lokasi Harimau Terkam Pekerja HTI di Pelalawan Habitat Si Raja Hutan, BKSDA Riau Kirim Tim Mitigasi
Lokasi Harimau Terkam Pekerja HTI di Pelalawan Habitat Si Raja Hutan, BKSDA Riau Kirim Tim Mitigasi
Admin
Senin, 22 Agu 2022 09:10
PELALAWAN - Lokasi harimau terkam warga hingga tewas di Pelalawan merupakan habitat binatang buas itu.
Harimau terkam seorang wanita pekerja perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) hingga tewas di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan pada Jumat (19/8/2022) malam.
Korban bernama Seha Sopiana Manik (44) diserang harimau saat duduk di kanal PT Peranap Timber sekitar pukul 19.30 wib.
Tempat Seha Sopianan duduk berada di dekat barak atau tempat tinggal para pekerja HTI.
Wanita di Pelalawan Diterkam Harimau meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengenaskan.
Sebagian tubuhnya ditemukan tak utuh diduga dimakan harimau.
Jenazah Wanita di Pelalawan Diterkam Harimau ditemukan keesokan harinya, Sabtu (20/8/2022) sejauh 1 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah menerima informasi terkait warga yang diduga diserang binatang buas tersebut.
Setelah mendapatkan laporan, BKSDA segera mengumpulkan personil dalam satu tim dan mengirimkan mereka ke lokasi kejadian di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti.
"Kita dapat laporan sekitar pukul 09.00 pagi kemarin. Kita mengumpulkan anggota, ketepatan akhir pekan. Jadi satu tim langsung kita turunkan ke lokasi," terang Kepala Bidang Wilayah l BKSDA Riau, Andri Hansen Siregar , Minggu (21/8/2022).
Andri Hansen mengatakan, satu tim yang terdiri dari 6 personil BKSDA berangkat ke Desa Pulau Muda untuk melakukan mitigasi ke lokasi serangan harimau.
Tim akan mencari bukti konflik Si Belang dengan manusia yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan melihat jejak dan tanda lainnya.
Tim baru tiba di areal HTI PT Peranap Timber menjelang magrib kemarin, Sabtu (20/8/2022).
Hari ini, Minggu (21/8/2022) tim akan menjalankan tugasnya sesuai prosedur yang ada.
Namun hingga kini tim belum memberikan laporan hasil mitigasi dan perkembangan di lapangan.
Pasalnya, di lokasi jaringan telpon sangat susah dan nyaris tidak ada. Sehingga untuk berkomunikasi ke luar cukup sulit.
"Mungkin setelah mereka ke basecamp baru bisa memberikan laporan dari lapangan," papar Andri Hansen.
Ia menegaskan, jika lokasi serangan harimau merupakan habitat Kucing Oren itu sejak dulu.
Binatang bernama latin Pantera Tigris Sumaterae masih menghuni kawasan hutan sebagai tempat tinggal untuk mencari makan maupun berkembang biak.
Lokasi itu masuk dalam landscape Semenanjung Kampar yang meliputi beberapa desa di pesisir Pelalawan dengan luas hutan mencapai 43 ribu.
Sebagian hutan masih asli yang merupakan lahan gambut yang sangat dalam.
Sedangkan sebagian lagi merupakan HTI milik perusahaan yang ditanami kayu akasia.
"Mulai dari Teluk Meranti sampai Serapung Kuala Kampar, Landscape Semenanjung Kampar. Itu habitat Harimau Sumatera," ujar Andri Hansen.
Pihaknya masih menunggu informasi dan laporan valid dari tim mitigasi untuk diambil langkah selanjutnya