- Home
- Lingkungan
- Meski Hujan, Warga Bengkalis Tetap Diminta Waspada Karhutla
Meski Hujan, Warga Bengkalis Tetap Diminta Waspada Karhutla
Laporan : Supriyanto
Sabtu, 15 Agu 2015 15:28
SIAK KECIL-Berkat hujan yang dalam beberapa hari belakangan ini turun, saat ini berdasarkan pantauan satelit, Kabupaten Bengkalis khususnya, zero hot spot atau tidak ditemukan titik api.
Meskipun demikian, Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie seluruh
warganya, termasuk di Kecamatan Siak Kecil dan Bukit Batu untuk tetap
waspada. Terus melakukan berbagai upaya antisipasi atau pencegahan agar
ke depan tidak lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Sedangkan kepada seluruh aparatur pemerintahan, baik di tingkat desa, kelurahan maupun kecamatan di Siak Kecil dan Bukit Batu saya minta untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan," ujarnya.
Mantan Kepala Bapedalda Provinsi Riau ini mengemukakan itu ketika membuka kegiatan Impelementasi Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan Tahun 2015 halaman Kantor Kecamatan Siak Kecil, Desa Lubuk Muda, Jum'at (14/8/2015).
Diingatkan Ahmad Syah, dampak dari asap Karhutla itu sangat
besar dan merugikan. Salah satunya dapat menurunkan tingkat kecerdasan
seseorang.
Sebab komposisi asap yang ditimbulkan dapat merusak otak, sehinggal menimbulkan suatu kelainan pada otak.
"Dampak negatif jangka panjang, 10 atau 20 tahun ke depan akibat menghirup
kabut asap dapat menimbulkan kerusakan kronis pada otak. Dapat menurunkan
tingkat kecerdasan," ujarnya.
Karena itulah, kepada warganya Ahmad Syah berulang kali mewanti-wanti dan mengingatkan agar dalam membuka hutan atau mengolah lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.
Selain Rektor Universitas Riau (UR) Aras Mulyadi, ikut
hadir dalam pembukaan kegiatan yang mengambil tema 'Pengelolaan
Lingkungan
Berkelanjutan: Penguatan Program Pencegahan Karhutla Berbasis
Masyarakat' dan diikuti 180 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
se-Indonesia tersebut, diantaranya Danrem 031 Wirabima yang diwakili
Kasiter Rem Letkol Kav Erwan.
Kemudian, serta Camat Siak Kecil Alpi Mukhdor dan Camat Bukit Batu Muhammad Fadlul Wajdi dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UR Suwondo.
Suwondo menjelaskan, 180 orang mahasiswa tersebut melaksanakan KKN selama
sebulan di sejumlah desa yang ada di Siak Kecil dan Bukit Batu. Mereka
telah melaksanakan KKN selama dua minggu dan akan berakhir dua minggu
kedepan.(sup)
Polisi Tangkap Maling Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi di Bogor.
Bogor - Pencuri modus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi inisial ME (42) ditangkap polisi ketika beraksi di salah satu rumah sakit di Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Barang bukti berupa 41 kart
Kronologi Penangkapan 210 WNA di Batam Terkait Dugaan Penipuan Investasi.
Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjelaskan kronologi penangkapan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat penipuan investasi
Napi Kasus Pemerasan di Lapas Pekanbaru Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya
PEKANBARU-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau buka suara terkait polemik pemindahan narapidana kasus pemerasan, JS, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambanga
Bongkar Tembok Kafe di Rumbai, Satpol PP Pekanbaru Terancam Dipidanakan
PEKANBARU-Tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Pertanahan Pekanbaru menertibkan lahan di kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, Jumat (8/5/2026).Pantauan CAKAPLAH.com, lahan yang ditertibkan Satpol PP
Minyakita Dijual di Atas HET, Pengawasan Distribusi Harus Diperketat
PEKANBARU-Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, dr Meiza Ningsih menyoroti tingginya harga minyak goreng subsidi Minyakita di Kota Pekanbaru. Saat ini, harga Minyakita di pasaran disebut sudah